Level One: lantai kreativitas anak negeri

Being fashionable definitely is not a crime. Tetapi sayangnya untuk mendapatkan hasil kreativitas desain fashion yang keren, terbatas, dan hits di Jakarta, biasanya kita harus mengeluarkan lembaran uang yang tidak sedikit. Apalagi untuk brand dari luar negeri yang terkadang kalau dipikir-pikir, hei, buatan lokal banyak banget lho yang lebih bagus!

Berburu barang lokal dengan desainer berbakat di Jakarta pun sebenarnya gampang-gampang susah. Kita bisa saja menelusuri melalui penjualan di sebaran social media, berbagai butik atau distro yang bertebaran di beberapa kawasan seperti Tebet, ataupun pada ajang pameran bersama seperti Brightspot Market setiap beberapa bulan sekali. Tetapi sayangnya, ada satu keterbatasan yaitu akses.

Karena itu, ketika Grand Indonesia Shopping Town (twitter: @GrandIndo) sebagai Lifestyle Mall dan juga yang terbesar di Indonesia memiliki ide menghadirkan concept area yang menonjolkan karya kreatif anak muda Indonesia bernama LEVEL ONE (twitter: @Level1project), tentu saja disambut dengan baik oleh pecinta fashion. Dimana lagi kita bisa mendapatkan beberbagai produk hasil karya anak negeri yang keren dalam satu area yang mudah dijangkau dan nyaman plus bonus cuci mata melihat jajaran desain store yang seru?

level-11

 

Continue reading “Level One: lantai kreativitas anak negeri”

ngobrol tentang asuransi

Jatuh Sakit. Siapa sih yang demen kalo jatuh sakit? Kalo jatuh cinta sih gak papa, ya, hihi… Masalahnya, daku dari kecil itu memang punya fisik yang gak sehat-sehat amat. Jadi mulai dari sakit asma sampe demam berdarah daku pernah jabanin. Walaupun, setelah daku beranjak dewasa dan ganteng kayak sekarang, frekuensi daku ke rumah sakit semakin menurun, yay!

Tapi yaaa perlu dicatet dan dikasih garis bawah tebal kalo yang namanya tinggal di Jakarta, biaya berobat itu gak murah. Oke lah sementara ini kalo daku berobat masih ditanggung sama kantor dan asuransinya, tetapi permasalahannya daku gak kerja di kantor BUMN kayak Bokap dulu yang semua biaya pengobatan bakal ditanggung sepenuhnya. Di kantor daku, ada batasan maksimal yang dapat digunakan. Gawatnya, tahun ini, batas maksimal itu udah hampir habis karena tepat di awal tahun daku harus perawatan gigi dan terkena gejala thypus. Otomatis pengeluaran biaya pengobatannya gila-gilaan, huh!

Lalu daku jadi mikir, kalo begini, misalnya daku harus kudu berobat lagi dan masuk rawat inap, bagaimana nasib daku, ya? Sepengetahuan daku, biaya untuk rawat inap dari kantor juga ada batasan biayanya. Walaupun amit-amit kalo daku bakal sakit nantinya, tetapi tentu saja butuh dana untuk biaya-biaya yang akan muncul bila kejadian. Nah, jawabannya apa tuh, Dim? Tentu saja asuransi jawabannya! 😀Berhubung daku buta banget sama yang namanya asuransi, sewaktu daku denger #Obsat alias Obrolan Langsat bakal ngadain kopdar ‘#BeraniBicara tentang Asuransi’ dengan pembicara Financial Planner kawakan nan baik hati – Mas Aidil Akbar – daku pun dengan semangat datang ke acara itu pada 12 April lalu. Apalagi ternyata ada makan malam gratis dengan kambing guling, hihi… *ditendang*.

Continue reading “ngobrol tentang asuransi”