Belajar Untuk Fokus

Hi, saya Dimas dan saat ini saya bekerja di salah satu digital agency terbesar di Indonesia. Jadi, terbayangkan paparan saya dengan teknologi hampir bisa dibilang 24 jam 7 hari. Setiap detik, setiap saat, dan setiap saya bangun pun saya bergegas periksa timeline Path, Twitter, sampai email dari kantor. Ya, segitunya saya mengomsumsi teknologi dalam keseharian.

#Day18: Seperti Tukang Sate

Kadang hidup itu seperti menanti tukang sate. Kenapa tukang sate? Karena bagi saya menanti tukang sate untuk lewat depan rumah itu waktunya tak pernah bisa saya duga. Ketika saya sudah merasa kenyang dan siap untuk tidur, rasanya entah berapa kali tukang sate favorit saya melewati depan rumah dengan suara khasnya. Tetapi sebaliknya ketika saya berasa kelaparan dan di rumah tidak

#Day17: Kartu Pos Itu

Semakin lama saya semakin lupa rasanya menulis dengan jari tangan. Setiap hari jemari ini lebih jamak menyentuh papan huruf di laptop, gawai, dan benda teknologi lainnya. Hal ini bukan saya saja yang mengalami, tetapi saya yakin banyak orang yang turut merasakannya. Contohnya saja rekan sekantor saya Garth yang penasaran ketika melihat saya menulis semua jadwal

#Day15: Kejutan Yang Menyenangkan

Siapa di antara kita yang tak suka dengan kejutan yang menyenangkan? Saya rasa hampir semua orang akan menyukainya, apalagi kejutan yang bahkan untuk kita bayangkan saja rasanya tak akan mungkin terjadi! Nah, kejutan yang dilakukan oleh group band Maroon 5 pada video klip ini sangat membuat hati saya berasa hangat! Sungguh menyenangkan melihat beberapa pasangan

#Day14: Tertawa Akan Masa Lalu

Salah satu hal yang paling menyenangkan dalam dunia kerja adalah masa dimana kita bisa menertawakan perjuangan kita dalam berkarir di masa lalu. Kadang kita tak pernah menyangka, kesulitan-kesulitan yang pernah kita hadapi dalam dunia kerja, ternyata sekarang menjadi cerita lucu dan mungkin membuat kita menggelengkan kepala – dengan sedikit rasa penyesalan. Di antara obrolan dengan rekan-rekan kantor,

#Day12: Alasan Untuk Bahagia

Tiba-tiba saya teringat masa-masa saya menjalani OSPEK sewaktu menjadi mahasiswa baru UGM dulu. Seperti biasa kami harus mengikuti orientasi mahasiswa tingkat universitas sebelum mengikuti orientasi tingkat fakultas. Salah satu tujuannya adalah agar mahasiswa baru bisa saling mengenal antar fakultas, sehingga dibentuklah kelompok-kelompok yang terdiri dari perwakilan berbagai fakultas dan jurusan. Pada masa itu saya bisa

#Day10: Ketika Harus Sendiri

Saya paling benci kesendirian. Semua ini dimulai sejak ketika saya harus tinggal terpisah dari orang tua ketika masa sekolah dulu. Saya benci ketika harus makan sendiri, saya benci ketika harus jalan-jalan sendiri, bahkan saya benci ketika harus tidur sendiri di malam hari. Karena itu, ketika saya baru masuk SMA dan harus tinggal sendirian di kos, hampir

#Day9: Pengalaman Yang Mahal

Pagi hari ketika saya sedang dalam perjalanan ke kantor tak sengaja saya membuka linimasa Twiter. Ada satu twit dengan lampiran gambar yang langsung menarik perhatian mata saya. Gambar yang bertuliskan, “Selamat Selikuran Dagadu Djokdja”. Dalam bahasa Jawa, selikur itu diterjemahkan menjadi 21. Ternyata usia produsen kaos khas dari kota Jogja ini sudah menginjak usia yang

#DAY7: Keluarga Yang Kita Pilih

Saya percaya setiap individu pasti memiliki minimal seorang sahabat dalam hidupnya. Sosok dimana kita bisa menceritakan apa saja, yang tahu banyak mengenai kisah hidup kita, serta menempatkan nama kita di dalam doa yang selalu diucapkan setiap harinya. Kembali pada masa ketika masih duduk di bangku sekolah, saya pernah yakin setiap hubungan persahabatan yang saya miliki pasti