#Day7: You Are Lucky: How So or Not So?

Kita semua biasanya punya satu teman yang hidupnya tampak selalu beruntung. Selalu dapat sekolah bagus, kampus keren, gampang cari kerja, karir mulus, atau hidup tampak selalu lancar tanpa ada halangan yang berarti. I have it as well. Satu orang teman baik ini selalu saja menang dalam setiap kompetisi yang dia ikuti, walau belum tentu juara pertama. Karirnya luar biasa, dia bisa berpindah-pindah perusahaan hanya dalam hitungan jari kedua tangan, dan sekarang posisinya bisa membuat siapa saja yang mendengarnya berdecak kagum, and he’s still young. Sebagai teman dekatnya, entah berapa kali daku mendengar, “Wew, he is so lucky, got promoted, bla bla bla…”. Apakah dia seberuntung itu? Well, I might say, maybe it’s only 10%. Sisanya, kerja keras dan konsistensi. Emangnya ada yang tau di kerja sejak awal kuliah untuk membiayai kuliahnya karena bokapnya udah gak ada?  Emang ada yang tau dia harus ikut kompetisi ini itu dimasa sekolah, disaat teman-teman lainnya lebih banyak bermain? Jawabannya, gak. Semua apa yang dia dapatkan sekarang adalah atas apa yang telah dia perjuangankan sejak lama.

Hidup tak akan pernah selalu mudah. Kalau kita melihatnya seperti itu, itulah persepsi yang ingin kita lihat atau orang lain yang ingin seperti apa dia dilihat. Ruwet? Begitulah, hihi… Buat daku, memang di dunia nyata ada beberapa orang yang sungguh mudah untuk beruntung. Misalkan hal kecil saja, menangin door prize. Entah itu arisan, acara ultah, kopdar, launching produk, atau hal-hal yang penuh dengan keramaian, biasanya ada acara berbagi hadiah, tanpa usaha sedikitpun. Banyak cara seperti hanya mengambil kartu nama atau pun nomor yang sudah dibagi duluan. Kalau daku, entah berapa kali daku beruntung hanya dengan bermodalkan kartu nama, mulai dari hanya menang kaos sampai liburan gratis ke Bangkok untuk nonton konser Maroon 5 dari Coca-Cola Indonesia dulu. Ini yang baru daku sebut beruntung! Hihi… I just lucky enough. 

Jalan-jalan ke Phuket juga gratis!

Tetapi ketika kita melihat beberapa orang bisa pindah kerja ke beberapa perusahaan berbeda dengan mudahnya or dapat tawaran kerja dari beberapa tempat, lalu kita sebut itu keberuntungan, rasanya ya kurang tepat. Karena toh reputasi dan skill gak bisa dibangun dalam satu malam. Kemampuan networking, willingness to learn something new, dan kemauan untuk keluar dari zona nyaman, juga gak bakal didapat instan seperti dongeng Roro Jongrang. Semua butuh waktu. Remember, when you are passionate about something you get everything you got into it, and it will lead to something good. Setelah itu, rejeki, karir, dan hal-hal baik lainnya akan mengikuti.

In the end, setiap orang akan menemukan ‘keberuntungannya’ masing-masing, hanya mengenai waktu, siapa yang akan lebih dulu mendapatkannya. Bisa daku, kamu, ataupun mereka. Jadi setelah membaca ini,

You are lucky: How so or not so? (*)

#Day6: Today Was Tough Because _____

Kemarin ketika daku membaca pertanyaan #Day6 ini, daku langsung bergumam dalam hati. Hal apa yang membuat hari daku berat buat dijalanin esok hari? My life just doing good, apalagi di hari Minggu ini daku bakal reuni dengan keluarga kecil Indonesia yang dulu sama-sama tinggal di Bangkok. I can’t wait to meet them all! Karena sejak daku pindah ke Jakarta sejak 6 bulan lalu, kami belum sempat ketemu lagi. Tetapi ternyata Tuhan memberikan jawaban pada tengah malam tadi. Tiba-tiba badanku daku meriang parah. Terakhir daku meriang kayak gitu waktu daku pernah kena thypus dulu. Kepala pusing, kedinginan amat sangat, sampai daku pake sarung tangan, kaos kaki, topi kupluk dan lain-lain supaya badan daku gak kedinginan. Sampai Shubuh panas badan daku makin menjadi-jadi dan yang bisa daku lakukan sementara adalah dengan minum sebanyak mungkin. Selain itu, daku ngerasa udah meracau ngomong gak jelas karena panas badan yang daku alami.

Karena gak tahan, tadi pagi daku berencana mau berobat ke rumah sakit, tetapi karena daku saat ini merasa hanya butuh istirahat, daku coba atasi dengan makan dan minum yang banyak. The best part of today, kakak-kakak daku berikut dengan para keponakan pada datang menjenguk dan bawain makanan. In the end, keluarga adalah  orang terdekat kita yang bisa mengurangi rasa sakit. Sekarang, badan daku udah mendingan walau kepala masih pusing banget. Tetapi semoga sakit ini gak menghalangi daku untuk ngeblog, ya. Jadi untuk kamu, apa jawaban pertanyaan:

Today was tough because ______ ? (*)