Namanya Vany. Dia bunga kampus Psikologi UGM. Rambut tergerai panjang. Bermata lentik. Selalu ramah. Dan hidung yang… merah. Lho? Ternyata matanya pun tak jauh berbeda, berbayang merah dan berderai air mata.
Vany: “Hapeku hilang Mas! Huhu….”
Dimas: “Lho memang tadi di taruh mana toh Dek Van?” *kaget berat*
Vany: “Aku lupa Mas… Tapi kayaknya di tas. Tak cari-cari udah gak ada, huhu….”
Dimas: “Ya udah, kita coffee break dulu aja. Banyak makanan enak tuh, pasti doyan kan? Hehe.”
Vany: “Iya Mas….”
Lalu kami berdua pun mencomot makanan hotel nan lezat itu satu persatu. Ajaib! Ketika mengunyah makanan tangis Vany pun terhenti dengan sempurna. Tapi kemudian…
Vany: “Huhu….”
Dimas: “Lho kok nangis lagi Van?”
Vany: “Gak papa Mas, jadi inget hapenya lagi aja… Tapi kalo makan… Gak nangis lagi…” *berbicara dengan wajah lugunya*
Dimas: *ketawa ngakak* “Yo wis toh makan lagi aja, haha.”
Namanya Vany. Hobinya makan dan tak bisa duduk diam.
