Guys! Akhirnya daku LULUS juga! Yippie! *tatapan bingung dari pembaca* Ya… Ya… Memang kemaren daku masih heboh sekali cerita tentang tesisku yang dianggap soto sama dosen pembimbing tercinta. Tapi good newsnya adalah… Sabtu lalu ketika daku dengan langkah sangat tidak percaya diri untuk bimbingan kedua, dan setelah menunggu sampe jenggot 2 meter saja *karena tidak begitu lama* akhirnya daku – si tampan ini – masuk ke ruangan bimbingan. Pasang senyum selebar tiga jari dan rambut abis disasak pake tangan di kamar mandi lantai bawah. Pak Taufiq dengan sigap langsung ingin langsung melarikan diri *ya gak lah! huehe*. Dengan senyum ramah, beliau mempersilahkan aku duduk dan kemudian sedikit mereview hasil revisiku. Beliau hanya bilang kalau kesimpulan saya lebih dipertegas, karena dianggap masih terlalu luas dan tidak fokus. Cuma itu? Iya, cuma itu teman-teman! Kok bisa ya? Hihi…
Pak Taufiq: “Mana Mas lembar pengesahannya?”
Dimas; “Hah lembar pengesahannya? Saya kira… Saya masih butuh revisi beberapa kali lagi Pak.” *wajah kaget plus bingung, butuh nafas buatan!*
Pak Taufiq: “Ya sudah, besok Senin saja, kamu lengkapi semua tesisnya dan sekalian saya approve.”
Dimas: *wajah sumringah* “Baiklah Pak!”
Dhony: “Dimas! Gimana tesisnya? Dah ACC?”
Dimas: “Udah Dhon, akhirnya! Baruuuu aja, hehe….”
Dhony: “Wah selamat! Ayo kita ujian bareng!”
Dimas: “Ya gak mungkin lah Dhon, kan pendaftaran ujian terakhir hari ini… Huhu…”
Dhony: “Iya ya…” *wajah sedih*
Mbak Dian yang bekerja di sekretariat ternyata menyimak percakapan kami dengan sangat baik, karena kami berdua memang kalo ngobrol seperti berada di tebing dan satu lagi di dalam jurang, karena kalo dah ngomong tentu saja dengan kekuatan suara 7 oktaf yang dasyat, hihi…
Mbak D: “Lho ya udah Mas Dimas, daftar sekarang aja! Kami tunggu sampe jam 6 sore nanti syarat-syaratnya.”
Dimas: “HAH? Apakah itu mungkin?” *sok EYD*