si tampan mencari kerja!

Si tampan Dimas mencari kerja. Iya daku. Ternyata walau tiga gelar udah berbaris di belakang nama bukan berarti daku bisa milih pekerjaan kayak milih gorengan di depan kos. Kalo pun bisa, pisangnya dibanyakin ya Bu, kikiki. Akhirnya setelah mendapatkan perangkat perang yaitu transkrip ma ijazah *transkrip ugm amit-amit, kertas tipis banget doang jo!* bulan lalu, daku mulai melamar-lamar ke perusahaan yang tentu saja daku sok milih, hihi. Kriteria: perusahaan besar, minimal kualifikasi S 2, diperkirakan bisa ngasi gaji gede, dan seleksi kudu di Jakarta. Kukirimlah jaring laba-laba via email, secara daku paling malas ngirim hardcopy, pertama karena boros, kedua malas, ketiga MALAS. Jadi intinya, malas boros. Duh nyari kerja kok gak niat, udah milih-milih, usaha minus! Dimas… Dimas… Pulang saja lah nak ke orangtuamu… *udah kaleee!*

Pendek cerita dalam waktu kurang dari sebulan, daku dipanggil empat perusahaan. Semuanya untuk posisi Management Trainee *posisi buruh yang bertitel nggaya, kata orang lho… kaburrr!* Yang pertama daku gak dateng tes tahap dua karena emosi sama konsultan rekrutmennya, gimana gak emosi jeng *bibir dimajuin sambil kipas-kipas: mode on* berhubung daku kehilangan catetan tanggal tesnya, daku telpon lah itu konsultan rekrutmennya, eh setiap daku telpon jawabannya beda-beda kayak pejabat. Adanya daku mutung bin kasarung. Daku gak berangkat. Tapi kubombardir perusahaan yang cari tenaga MT itu dengan keluh kesahku dengan penuh tangis air mata via email ke beberapa person, rasakan itu konsultan! Bikin emosi kok sama blogger! Hahaha… *tertawa mengerikan*

Yang kedua, daku gak dateng juga. Nah kalo ini salah daku. Karena tempat tesnya berasa di ujung dunia antah berantah *mungkin disana juga hidup badak bercula satu dan Peterpan*, daku jadi gak minat. Belum lagi daku pas buka web perusahaannya yang tak mampu kujelaskan dengan kata-kata, daku ilfil. Mengurung diri di kamar seharian. Menangis sambil bertopang dagu.

Yang ketiga, daku belum tes, besok-besok diceritain ya.

Yang keempat, ini yang membuat daku menjadi realistis dan sedikit gila. Dengan memasang iklan lowongan MT khusus untuk lulusan S 2 dengan IPK min. 3. 5, daku pikir ini lowongan kurang ajar. Bo! Hari gini yaaaaa masi pake standar IPK segitu! Tapi ya tetep dong daku bergabung, secara daku memenuhi kriteria *sok lu Dim!* Hihi…

Alhasil daku dipanggil untuk hadir di acara briefing mengenai progam MT itu. Kupandang wajah-wajah sekeliling. Ya ampun, ini mah wajahnya mapan-mapan semua! Ketika udah mulai briefing kepala daku mulai pusing, semua berbahasa Enggres, setiap pertanyaan kudu pake bahasa Enggres. Kue-kue menggoda di depan mata akhirnya tak tersentuh. Dan kemudian mulai lah mas-mas HRD itu berbicara, artinya kira-kira begini: Continue reading “si tampan mencari kerja!”

the real puteri indonesia

Kantor Check & Bechek lagi sibuk berat. Semua dikarenakan ada pembagian tugas untuk membuat liputan pemilihan puteri-puterian yang lagi hangat banget akhir-akhir ini. Mulai dari pemilihan Miss Indonesia sampai pemilihan Puteri Indonesia yang segera bakal ngadain seleksi di seluruh penjuru Indonesia. Wah sungguh menyenangkan! Sudah terbayang daku bakal mewawancarai wanita-wanita cantik yang cerdas dan berkepribadian menarik itu. Tapi semua impian segera buyar, huhu… Karena produserku bilang, daku harus mencari salah satu mantan pemenang Puteri Indonesia untuk diwawancarai, siapa ya?! Artika Sari Devi? Duh pasti si cerdas ini sibuk sekali pacaran sama si-manusia-beruntung-sekali-gak-tau-kok-bisa-sama-Artika alias Baim, atau si cantik Nadine Candrawinata aja? Emm… Daku gak tega sih, mikir Jakarta itu ibu kota atau negara saja dia masih bingung *kaburr!*. Baiklah, daku putuskan akan mewawancarai salah satu mantan Puteri Indonesia terbaik sepanjang masa, fashion icon yang menjadi panutan semua kaum hawa, dan penari yang sangat berbakat. Yes, absolutely her, the one and only Pena Melanda! Hei jangan bengong, ayo dong beri tepuk tangan yang meriah! Uhui!

Setelah konfirmasi sana-sini, kami pun janjian untuk ketemu di foodcourt Plaza Semanggi, alasannya karena Pena adalah center of attention. Pena, keramaian, dan kostum yang memikat, just perfect combination!

*pembicaraan via handphone* Continue reading “the real puteri indonesia”