Shani dan aku. Dua manusia highlander kampus (angkatan tua yang masih beredar, -red) yang sebulan lebih terakhir menghantui setiap sudut kampus Hukum UGM. Dari ruang kuliah di pagi bolong sampai perpustakaan di malam hari. Tampak selalu sibuk berdua. Seperti Dora The Explorer dengan monyetnya (argh, aku monyetnya dong!). Kadang datang dengan wajah cerah ceria, kadang muncul dengan wajah kusam berminyak (tapi untung kami berdua punya kemampuan advanced dalam menggunakan kertas minyak untuk wajah, hihi).
Tidak pernah mudah menjadi mahasiswa peninggalan pra sejarah yang mengejar ketertinggalan dalam banyak hal, misalnya beberapa mata kuliah yang harus dibenahi, skripsi yang menggantung manis, sampai ujian-ujian lisan yang bagaikan mimpi buruk, ugh! Apalagi kami harus melakukannya diantara jadwal-jadwal keartisan kami yang cukup padat, halah!
Beneran, begitu banyak masa sulit yang harus dilalui, salah satunya: Continue reading “shani dan aku”