#DearJakarta: Nge-blog Bareng Agnes Monica

Tiba-tiba pikiran daku melayang pada saat lima tahun yang lalu. Di Jogja. Belum seganteng setua sekarang dan status masih jomblo – dimana status yang ini belum berubah *sigh*. Waktu itu daku masih stress kuliah triple plus kebosanan memuncak ngelakuin aktivitas yang gitu-gitu aja. Mulai dari mandi, sisiran, ke kampus, sisiran lagi, pulang, kuliah lagi, sisiran,

#DearJakarta: Kembali ke Ibukota!

I’m in Jakarta! Sudah 2 bulan lebih daku kembali ke Indonesia tercinta yang artinya bertemu lagi dengan macet, cuaca panas, dan makanan lezat dimana-mana, yay! Setiap ketemu sama temen-temen, pasti selalu muncul pertanyaan, “Gimana di Jakarta, Dim? Betah?” Are you kidding me, guys? Dua bulan ini bahkan daku gak kangen Bangkok sedikit pun. Eh ada

siapa takut pake Pertamax?

Jakarta macet. Dua kata, kegelisahan yang sama untuk warga Jakarta. Entah berapa puluhan bahkan ratusan twit yang daku tulis di antara kemacetan jalanan ketika mau berangkat kerja ataupun pulang kerja. Beruntung, daku ndak nyetir sendiri. Kebayang kalo nyetir sendiri, bisa-bisa daku gigit-gigit setir mobil plus bakar ban cadangan saking keselnya, hihi. Kegelisahan para pengguna kendaraan

THE GOODBYE PARTY

Kerlip lampu jalanan Jakarta berpendar hambar di antara gedung-gedung tinggi yang tampak kosong dan letih. Aku memejamkan mata, mendengarkan sepenggal lagu asing yang samar-samar berdesing di kedua telinga ditingkahi suara deru mobil. ANJING! Bayangan sosok dia terus-menerus berputar, menari-nari bagaikan peri neraka yang tak kuasa kusingkirkan dari pelupuk. Dia yang meninggalkan, dia yang merayakan tragedi,