GrabHitch, Solusi Untuk Kamu Yang Sibuk

Setiap bertemu dengan orang baru biasanya akan ada pertanyaan aku tinggal di mana. Ketika aku jawab seputar Taman Mini, langsung pada shock, haha. Jauh, ya? Begitu kata mereka. Well, kalau buat daku yang udah tiap hari pulang pergi ke kantor naik kendaraan sendiri memang rasanya capek banget, sih. Kalau lagi beruntung bisa sampai kantor/rumah dalam 1 jam saja, tapi kalau Jakarta lagi seru, bisa-bisa perlu waktu 2-3 jam perjalanan. Kalau dipikir-pikir dengan jangka waktu segitu udah sampai Bandung dan bisa mampir ke rest area beli tahu gejrot, hiks.

Karena itu kadang kalau daku lagi malas bawa kendaraan sendiri, daku nebeng sama tetangga yang tinggal searah. Tapi masalahnya, terkadang aku perlu berangkat lebih pagi, atau sebaliknya. Namanya nebeng jadi pasti pasrah kan, ya. Masa nebeng tapi daku yang nentuin jamnya, bisa-bisa diturunin di tengah jalan, haha. Makanya dari dulu kadang daku mikir, seandainya ada aplikasi yang memudahkan hidup aku untuk bisa nebeng pulang pergi kantor pasti bakalan menyenangkan!

Untungnya, daku sempet tuh liat beberapa baliho di seputar Mega Kuningan tentang GrabHitch. Karena aku dasarnya emang kepo, mulailah ya cari tahu tentang GrabHitch ini. Ternyata GrabHitch ini samalah kayak nebeng. Istilah kerennya layanan ride-sharing dengan harga yang terjangkau. GrabHitch sendiri sudah beroperasi di beberapa negara. Kalau di Singapore GrabHitch lebih fokus untuk kendaraan roda empat, di Indonesia fokusnya pada kendaraan roda dua alias motor karena memang motor lebih bisa diandalkan untuk transportasi yang lebih cepat. Buat aku sih, GrabHitch nawarin alternative transportasi yang lebih murah dan nyaman. Sekaligus daku gak nambah-nambahin asap knalpot di perjalanan, haha.

Nah yang bikin aku demen, mesennya mudah banget karena kita bookingnya langsung dari aplikasi Grab. Cukup dengan nentuin titik lokasi jemput dan antar, lalu nentuin jadwal perjalanan dari 30 menit sampai 7 hari sebelumnya, kemudian server Grab akan meneruskan permintaan kita ke Teman Tebengan yang melakukan rute perjalanan yang sama. Terus, kita sebagai Teman Tebengan akan terima tuh pemberi tahuan melalui SMS juga dari aplikasi Grab. Btw udah pada punya aplikasi Grab belum? Jitak ya kalau belum punya! Haha.

Aku sendiri udah punya pengalaman beberapa kali pake GrabHitch. Mulai dari rumah ke kantor sampai kantor ke mall. Yang aku suka dari GrabHitch ini karena Teman Tebengan itu pekerja kantoran, professional, sampai mahasiswa yang ngasih tebengan ke Teman Tebengan yang searah. Karena aku dari Mega Kuningan yang udah pasti daerah perkantoran, beberapa kali dapat tebengan dari orang kantoran, jadinya lumayan bisa nambah networking, guys! Terus, mereka gak pake seragam Grab, tapi pakai baju kantor mereka sendiri, jadi stylenya pasti juga beda. Sama lah kayak kita-kita, haha.

Terus biasanya kalau temen perempuan terkadang lebih nyaman dengan Teman Tebengan yang berjenis kelamin sama. Nah, dengan GrabHitch ini pun kamu bisa pilih tuh jenis kelamin Teman Tebengan-nya. Menyenangkan, kan? Makanya guys, kalau kamu biasa nebeng kayak aku, coba deh GrabHitch. Plus buat yang jomlo, siapa tahu dapat jodoh, haha. (*)

Perjalanan Kita Bukan Untuk Menemukan Cinta, Tapi Lebih Dari Itu

Terkadang hidup kita bisa menjadi begitu sepi dan berharap bisa bertemu dengan seseorang yang bisa membuat hati terasa lebih hangat. Seseorang yang bisa memberikan pelukan yang menjadi semangat menjalani hari. Dan seseorang yang bisa membuat kita jatuh cinta berkali-kali. Tetapi adakala cinta sendiri adalah kosa kata yang asing. Terlalu sering mendengarnya tetapi kita tak pernah mengerti.

Mungkin perjalanan yang kita jalani bukanlah untuk menemukan cinta, tetapi tentang hal lain. Satu, atau dua hal yang lebih besar dari itu. Satu, atau dua hal yang akan mengubah dunia kita.

Perjalanan untuk menemukan keinginan besar yang ingin dikejar, perjalanan untuk menjalani kehidupan yang sudah diimpikan selama ini, perjalanan untuk menemukan tempat memulai hidup yang baru, atau perjalanan untuk bertemu orang-orang seru yang memberikan inspirasi agar menjadi diri sendiri yang lebih baik.

Mungkin perjalanan kita bukanlah untuk menemukan cinta, tetapi untuk memahami diri sendiri. Menciptakan sosok yang berbeda dan meninggalkan semua masa lalu yang telah menjadi beban di pundak. Seperti melepaskan balon-balon kenangan satu demi satu ke angkasa.

Suatu saat, kita akan melihat kebelakang dan menyadari, banyak hal baik yang menunggu di depan dan membuat kita bertanya-tanya, kenapa begitu banyak kesempatan yang telah kita lewatkan demi mengejar satu hal yang mungkin memang bukan perjalanan untuk kita. Bukanlah cinta, tapi lebih dari itu. Satu, atau dua hal yang menjadi prioritas tapi kita tak pernah tetap hati untuk memilihnya. (*)

Photo by Melvin Salim.

dimas novriandi Proudly powered by WordPress
Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers