budek

Leave a comment
cerita seru!

Suatu sore di kos, terdengar sayup-sayup suara nada HP…

Gue : “Assalamu’alaikum, ada apa Pa?

Papa : “Wa’alaikumsalam. Gimana, lebaran kurban Dimas jadi pulang ke Jakarta gak? Katanya tiketnya mahal?”

Gue : “Iya ni Pa, Dimas kan ujian akhir tanggal 2 Januari, jadi gak bisa pulang.”

Papa : “Disana lebaran kapan?”

Gue: “Hah? Kenapa Pa?”

Papa : “Lebaran tanggal berapa?”

Gue : “Oh… Tanggal 30 si kayaknya, emang ada apa Pa?”

Papa : “Gak papa, jadi kapan ke Jakarta?”

Gue : “Hah? Gimana Pa?”

Papa: “Iya, jadi kapan liburnya? Ujiannya selesai kapan?”

Gue : “Heh? Kenapa Pa?”

Papa : “Duh kok jadi budek sih?! Papa kirimin uang ya buat berobat telinga, hehe.”

Gue : “Mau dikirimin uang Pa?! Asyik! Tau aja Dimas lagi butuh, iya ni Pa, kemaren-kemaren kan abis bla… bla… bla…”

Papa : … SENYAP… (dalam hati, “duh anakku satu ini, kalo uang aja langsung denger deh…”)

percakapan yang aneh

comment 1
cerita seru!

Suatu sore hari di perpustakaan Hukum UGM…

BRUK! Kutaruh tasku yang sungguh berat itu ke dalam loker. Akhirnya nyampe juga nih di perpus, hore! Niatku sejak pagi untuk mencari ruang berAC buat ngadem dan berinternet gratisan akhrinya tercapai juga. Kukeluarkan satu persatu barang-barangku, mulai dari laptop sampai buku-buku yang aku gunakan sebagai kamuflase, yaitu pura-pura baca sambil ngerjain skripsi, padahal aslinya cuma pengen ngenet, hihi… Kemudian kucari posisi paling enak dan mulai meluncur di dunia maya. Klik… Klik… Lalu entah datang dari mana, tiba-tiba muncul seseorang lelaki yang duduk di sebelahku yang sepertinya akan akses internet juga.

Seseorang : “Eh Dimas ya?! Apa kabarnya lu?”

Aku pun menatapnya dengan pandangan SIAPA – ORANG – INI – AKU – TAK – PERNAH – MELIHAT. Read More

agen rahasia

comments 6
cerita seru!

Ekspresi wajahku datar. Senyumku tak mungkin tersungging. Nafas terasa berat dan detak jantung terasa cepat. Mataku menatap mereka tanpa jeda. Marah. Tapi aku harus tetap menahan diri. Tangan dan kakiku pun terikat tali yang sangat erat.

“Sudahlah, tak ada gunanya kamu diam! Katakan, siapa yang mengirimmu kesini!”

Pria berjaket kulit hitam itu kembali bertanya sambil berlagak menghunuskan pisau tajam itu di dadaku. Perih.

“You wish! Percuma kalian bertanya. Cuih!”

Kuludahkan air liurku ke muka pria berjaket kulit itu. Dan wajah bengisnya pun menjadi merah. Menahan amarah yang membara. Dan…

“DAR! PRAK!”

Sebuah kursi kayu menghantam tepat di kepalaku, dan lalu aku terkulai dengan darah menetes di pelipis. Gelap.

Read More

tiba-tiba aku teringat dia

comments 5
tentang sahabat

Tiba-tiba aku teringat dia…

Dia yang duduk di bangku tepat dibelakang kursiku, ketika kami pertama kali bertemu di kelas SMU. Dia yang memakai peci hitam yang hampir menutup matanya dan tersenyum tulus dengan gigi terkurung kawat. Dan dia yang tampak malu memandang wanita disekeliling, karena pendidikan pesantren terlanjur begitu kental di darahnya.

Tiba-tiba aku teringat dia…

Dia yang kemudian menjadi teman ceritaku, teman menyusuri jalan kecil menuju sekolah itu, dia mendengarkan kisahku, aku mendengarkan kisahnya. Dan dia yang tak pernah bisa marah jika seseorang mengganggu hatinya. Read More

hantu yang tampak di kos

comments 2
cerita seru!

Ini sudah menjadi rahasia lama di kos kami. Sudah bertahun-tahun hal ini terus menjadi legenda yang diceritakan turun-menurun kepada mereka penghuni kos baru. Bukanlah sekedar cerita tentang beberapa pencuri yang hobi mengambil sepatu di kos kami, apalagi hanya cerita klise tentang harga kos yang terus memuncak setiap tahunnya. Cerita ini tak pernah menjadi biasa, karena cerita ini tentang penghuni kos yang tak pernah kami undang. Mereka adalah hantu. Ya, hantu. Kami tak pernah peduli dengan wujudnya. Membayangkan saja sudah cukup membuat merinding sampai berkeringat. Yang pasti, aktivitas mereka, makhluk itu, semakin hari semakin bertambah saja. Mulai hanya sekedar muncul sekelebatan yang mondar-mandir tak jelas di depan kamar, cap tapak kaki pasir di lantai marmer, goyangan dan goncangan beberapa kali di kasur, muncul asap tiba-tiba di tempat yang tak mungkin adanya api, mimpi-mimpi buruk, suara tangis bayi, ketindihan yang membuat sesak nafas, sampai baru-baru munculnya teriakan keras, tepat di kuping, pada tengah malam yang menimpa Andi, anak kos baru yang malang. Read More

insomnia

comments 4
cerita seru!

Ini sudah menginjak hari ke empat aku mengindap insomnia. Penyakit psikologis yang datang tiba-tiba. Dan tentu saja muncul disaat yang tidak tepat. Damn! Efeknya sangat luar biasa, karena penampilan fisik pun ikut berubah secara signifikan. Wajah menjadi seperti zombie, rambut awut-awutan, jerawat muncul berkoloni, tampak garis lingkar hitam dibawah mata, dan kemampuan pendengaran yang menurun secara signifikan. Read More

lelaki pecinta hujan

comments 13
dimasastra

Tepat setahun aku jatuh cinta pada hujan. Di saat sejuknya September dengan hiasan bulan yang menggantung bulat penuh bersinar. Cahayanya tajam jatuh ke bumi dan berpendar hangat menimpa wajah gelisahku. Indah. Tapi sayang, aku hanya bisa menikmati bulan itu seorang diri. Yah, seorang diri. Hanya ditemani senyum yang perih dan hembusan kencang angin selatan. Secangkir kopi pekat itu pun sudah habis. Hanya tersisa goresan tipis bubuk kopi basah di ujung cangkir, bekas sentuhan bibir yang kelu menahan tangis. Aku terduduk di sudut. Kurengkuh kedua kakiku dengan tangan, memeluknya seakan melepas rindu yang mendalam. Dalam pedih kukirimkan salam kepada sang bulan,

Bulan, jadikan aku satu diantara bintangmu, tak mengapa aku bersinar paling redup, setidaknya aku tak akan pernah sendiri lagi menanti cahayamu. Tolonglah aku bulan!”

Setiap malam aku dendangkan sebaris kalimat itu dengan memandang bulan lekat-lekat. Bulat. Kadang kunyanyikan dalam hati, kadang juga kutasbihkan beriringan dengan pendarnya bintang yang berkelip santun. Tapi bulan tak pernah menjawab. Ia tetap bersinar dan mengalun pelan menanti pagi. Diantara doa-doa malam yang beterbangan, dan embun-embun pagi yang segera menetas.

Waktu terus mengalir. Di malam akhir bulan September, aku masih sendiri. Aku berputar-putar menari-nari dibawah sinar bulan yang terang. Terus berputar dan berputar, seakan waktu menjadi hampa dan terdiam. Dingin pun kuhiraukan. Aku terus menari bersama kunang-kunang yang tersenyum riang. Hingga tiba-tiba tetes demi tetes air itu bermunculan tanpa duga. Aku terus berputar, lebih kencang lagi dan menari diiringi derasnya turun hujan yang melagu. Sapaan lentik airnya begitu bersahabat. Alam berbahagia, hewan air bersendawa dan aku tertawa gembira.

Eureka! Aku menemukan kekasih jiwaku, hanya engkau hujan yang bisa membuatku tersenyum! Hanya engkau hujan!”

Hari berganti hari. Malam demi malam aku pun terus menikmati hadirnya hujan. Kupuja setiap bulir air yang mengalir deras di setiap bait tubuh. Hingga hari-hari mendekap bulan, aku mendewakan tiap tetes hujan bagaikan kata-kata sejuta kekasih yang tak pernah bosan merasuk dalam. Ah, aku jatuh cinta padamu hujan. Aku tak kan pernah bisa berpisah darimu. Tak akan. Selamanya. Read More

white lies

Leave a comment
cerita seru!

White lies. Pasti kita semua pernah dengar kata-kata itu, dan bisa dipastikan pula kita semua mungkin pernah melakukannya. Dusta putih. Entah kenapa dinamakan dusta putih. Apa karena putih itu indentik dengan suci dan tulus? Memangnya ada gitu kebohongan yang tulus? Bohong ya… bohong aja. Ya itu lah white lies. Aneh tapi penting. Toh biasanya white lies ini dilakukan oleh orang-orang demi kebaikan bersama. Demi ketentraman hati. Tak ada friksi. Living happily ever after.

Tapi kalau dipikir-pikir, setiap hari kita pasti melakukan hal-hal kecil yang termasuk white lies itu. Entah dengan teman, keluarga, dosen, teman sekantor,  atau bahkan orang yang baru saja kita kenal. Nah buat kamu yang belum tahu dusta putih seperti apa, perhatikan beberapa adegan berikut ini: Read More