Dear Emma

Dear Emma,

Life is not a matter of chance, but a matter of choice. Masih ingat kan Ma dengan motto kita berdua itu? Sekarang kita harus berpisah. Aku di kotamu. Kamu di kotaku. Karena sebuah pilihan. Terpaksa perpisahan yang harus kita tempuh.

Free Image Hosting at allyoucanupload.comSekarang aku duduk sendiri. Di bangunan tua tempat aku mengambil foto ini. Disaat senja sudah menyapu langit. Disaat angin terhenti sesaat. Aku terdiam. Teringat waktu kita berdua ketika masih mengalir pelan.

Tapi, jangan hiraukan aku. Aku akan bertahan. Begitu juga kamu. Tetaplah berjalan tegak, langkahkan ke depan, dan jangan pernah berpaling lagi.

Percayalah. Cerita antara kita tak mungkin terhenti. Selama gedung tua ini masih berdiri kokoh. Aku akan terus menunggu. Diantara tumpukan buku dan sebaris puisi yang aku tulis untukmu…

Untuk sahabatku Emma, jangan pernah hentikan mimpi itu, teruslah berjuang.

malam di stasiun tugu

Sudah lama tak pernah menghabiskan waktu malam hari di Stasiun Tugu. Sekadar duduk diam, sendirian, memandang orang berlalu lalang atau talking with someone over a cup of hot tea. Entah kenapa suasana di dalam Stasiun Tugu di waktu malam selalu dapat membuat hati tenang. Sedikit mengulik sejarah, Stasiun Tugu (selanjutnya disebut ST) di Yogya didirikan oleh pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1864 ini tujuan awalnya adalah untuk mengangkut hasil bumi yang sudah mereka peras dari orang pribumi. Tapi sekarang, stasiun ini menjadi pintu utama keluar masuk wisatawan yang berkenan berkunjung ke Jogja. Kebayang, entah berapa ribu orang yang hilir mudik menggunakan alat transportasi kereta ini. Read More “malam di stasiun tugu”

dimas novriandi Proudly powered by WordPress
Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers