kelam

Leave a comment
dimasastra
0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Filament.io 0 Flares ×

Terima kasih telah melupakanku. Tapi tolong, jangan pernah biarkan aku menjadi luka yang enggan mengering, menusuk dalam, tertinggal pekat. Lalu membusuk dan luruh. Lupakanlah dilema itu, yang menggerus hatimu menjadi serpihan perih. Terbang sangat diantara dentingan malam, berhembus kejam.

Cintaku, pergilah bersama kelam. Simpan semua tangisan lemah itu, meleleh hancur. Dan aku, menjadi kosong, lelah, diam, lalu mati.

The Author

An Indonesia-based lifestyle blogger covering city life, style, travel, gadget, book and menswear world.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco