#DearBangkok: satu alasan bahagia
Dear You,
Pernahkah kamu membayangkan, ketika terbangun dari lelap di pagi hari, ada satu alasan untuk kita tersenyum? Cukup satu. Setiap hari. Mulai dari seorang bermata indah yang ada disisimu, secangkir kopi panas, atau pesan singkat muncul di layar genggaman, “Good morning, sunshine”.
Satu alasan untuk bahagia – yang bisa menjadi penyejuk diantara satu, sepuluh, seratus, atau seribu kekecewaan, kepenatan, dan rasa rindu yang mengoyak pelan-pelan kewarasanku. Ya, aku punya satu alasan itu, yang aku temukan berserakan mulai dari ujung jalan, lembaran buku, kepingan foto, sepotong lirik, atau kedipan cahaya di malam hari. Kadang semuanya berjatuhan sekaligus di atas kepalaku. Deras. Seperti hujan tanpa pesan.

Life has never been easy. For me, for you, or maybe for everyone else in the world. Bukankah begitu? Aku teringat, sepotong pesan yang dikirimkan seorang sahabat baik,
“If life was easy it wouldn’t be worth living, that is why we have obstacles we overcome, and family & friends to help so we won’t have to do it alone”.
Tentu saja aku setuju. I don’t have to do it alone. Untuk itu aku pulang. Menjemput alasan-alasan bahagia lainnya. Kembali mengumpulkannya satu demi satu kebahagiaan, sampai tak ada lagi ruang yang tersisa. Lalu aku akan kembali belajar melangkah lagi tanpa ada rasa khawatir.
Aku tahu. Setiap keputusan dalam hidup, selalu ada alasan dibaliknya. Menjadi kenangan yang aku genggam erat-erat, lalu kulepaskan satu per satu sebagai pertanda. Agar apabila aku tersesat, aku bisa kembali dan menemukan alasan untuk meninggalkannya lagi atau aku akan berhenti diam sampai aku bosan.
Aku percaya. Someday everything will all make perfect sense. So for now, laugh at confusion, smile through the tears, and keep reminding yourself that everything happens for a reason.
Jadi, sampai bertemu. Aku akan menunggumu di sudut coffee shop itu, dibawah langit yang sama, dengan hidangan yang sama. Merayakan satu alasan kebahagiaan dalam hidupku yang tak akan pernah berubah: Kamu.
D








June 27th, 2012 at 3:19 pm
simpulannya, tak perlu ribuan alasan untuk bahagia.. cukup satu, namun begitu mengena..
[Reply]
June 27th, 2012 at 3:21 pm
Dear Dimas,
see you at the coffee shop
*nglindur sore-sore akibat lama nggak ketemu Dimas
take care, Dim!
[Reply]
June 27th, 2012 at 3:25 pm
yay! so our random conversation over the afternoon coffee will about to start again very soon?
[Reply]
June 27th, 2012 at 3:28 pm
Karena bahagia bisa datang dari hal-hal sederhana. Ih nyaris mewek bacanya mas Dim. Welcome home
[Reply]
June 27th, 2012 at 3:50 pm
jadi, selama 1 tahun di bangkok, udah dapat berapa tulisan #DearBangkok dim? cuma mengingatkan sih. #eh
btw, ayo kita ke GI dimas!!!!!!!!!!!
[Reply]
June 27th, 2012 at 3:56 pm
nunggunya di coffee shop terus, yakin ga kemana-mana? :p
[Reply]
June 27th, 2012 at 5:53 pm
makin keren dims, hehehe
[Reply]
June 27th, 2012 at 8:07 pm
Dimaaas ini menohok!! *sedikitnyesel* kepikiran dehhhh
[Reply]
June 28th, 2012 at 5:34 pm
[Reply]
June 28th, 2012 at 7:58 pm
>.< Sumpah kak Dims postingnya keren… simple, singkat tapi sangat mengena di hati… sedikit trenyuh bacanya…
smangat ya kak dims… Sampai kembali ke Indonesia nanti pasti banyak cerita lain yang siap dibuat. Can't wait to meet you
[Reply]
July 6th, 2012 at 12:15 pm
nice… sesuai keadaan skrg…
[Reply]
July 10th, 2012 at 6:47 pm
Yeay!! Dimas Balik Jekardah!!!!
[Reply]
July 12th, 2012 at 4:56 pm
so come home, Dims.
Catch up stories, get new dreams.
Have a big dream. Its free anyway.
[Reply]
July 23rd, 2012 at 12:30 pm
siang2 kyk gini emang paling pas duduk bersandar sambil membaca blog kak dimas hehe..
#menyentuh
[Reply]
September 12th, 2012 at 12:37 am
nice blog dimas
[Reply]
December 6th, 2012 at 3:36 pm
bagus..sip
[Reply]