#DearBangkok: satu alasan bahagia

Dear You,

Pernahkah kamu membayangkan, ketika terbangun dari lelap di pagi hari, ada satu alasan untuk kita tersenyum? Cukup satu. Setiap hari. Mulai dari seorang bermata indah yang ada disisimu, secangkir kopi panas, atau pesan singkat muncul di layar genggaman, “Good morning, sunshine”.

Satu alasan untuk bahagia – yang bisa menjadi penyejuk diantara satu, sepuluh, seratus, atau seribu kekecewaan, kepenatan, dan rasa rindu yang mengoyak pelan-pelan kewarasanku. Ya, aku punya satu alasan itu, yang aku temukan berserakan mulai dari ujung jalan, lembaran buku, kepingan foto, sepotong lirik, atau kedipan cahaya di malam hari. Kadang semuanya berjatuhan sekaligus di atas kepalaku. Deras. Seperti  hujan tanpa pesan.

Life has never been easy. For me, for you, or maybe for everyone else in the world. Bukankah begitu? Aku teringat, sepotong pesan yang dikirimkan seorang sahabat baik,

“If life was easy it wouldn’t be worth living, that is why we have obstacles we overcome, and family & friends to help so we won’t have to do it alone”.

Tentu saja aku setuju. I don’t have to do it alone. Untuk itu aku pulang. Menjemput alasan-alasan bahagia lainnya. Kembali mengumpulkannya satu demi satu kebahagiaan, sampai tak ada lagi ruang yang tersisa. Lalu aku akan kembali belajar melangkah lagi tanpa ada rasa khawatir.

Aku tahu. Setiap keputusan dalam hidup, selalu ada alasan dibaliknya. Menjadi kenangan yang aku genggam erat-erat, lalu kulepaskan satu per satu sebagai pertanda. Agar apabila aku tersesat, aku bisa kembali dan menemukan alasan untuk meninggalkannya lagi atau aku akan berhenti diam sampai aku bosan.

Aku percaya. Someday everything will all make perfect sense. So for now, laugh at confusion, smile through the tears, and keep reminding yourself that everything happens for a reason.

Jadi, sampai bertemu. Aku akan menunggumu di sudut coffee shop itu, dibawah langit yang sama, dengan hidangan yang sama. Merayakan satu alasan kebahagiaan dalam hidupku yang tak akan pernah berubah: Kamu.

D

16 Responses

  1. Billy Koesoemadinata Says:

    simpulannya, tak perlu ribuan alasan untuk bahagia.. cukup satu, namun begitu mengena.. :)

    [Reply]

  2. astri Says:

    Dear Dimas,

    see you at the coffee shop :) *nglindur sore-sore akibat lama nggak ketemu Dimas :D

    take care, Dim!

    [Reply]

  3. Chic Says:

    yay! so our random conversation over the afternoon coffee will about to start again very soon? :mrgreen:

    [Reply]

  4. Dian Says:

    Karena bahagia bisa datang dari hal-hal sederhana. Ih nyaris mewek bacanya mas Dim. Welcome home ;-)

    [Reply]

  5. waterbomm Says:

    jadi, selama 1 tahun di bangkok, udah dapat berapa tulisan #DearBangkok dim? cuma mengingatkan sih. #eh

    btw, ayo kita ke GI dimas!!!!!!!!!!!

    [Reply]

  6. cadika Says:

    nunggunya di coffee shop terus, yakin ga kemana-mana? :p

    [Reply]

  7. wahyu Says:

    makin keren dims, hehehe

    [Reply]

  8. @fitapermatasari Says:

    Dimaaas ini menohok!! *sedikitnyesel* kepikiran dehhhh :(

    [Reply]

  9. umenumen Says:

    :roll: jadi Dimas kapan pulang? :roll:

    [Reply]

  10. Ivan Prakasa Says:

    >.< Sumpah kak Dims postingnya keren… simple, singkat tapi sangat mengena di hati… sedikit trenyuh bacanya…
    smangat ya kak dims… Sampai kembali ke Indonesia nanti pasti banyak cerita lain yang siap dibuat. Can't wait to meet you :)

    [Reply]

  11. ddk Says:

    nice… sesuai keadaan skrg…

    [Reply]

  12. itikkecil Says:

    Yeay!! Dimas Balik Jekardah!!!!

    [Reply]

  13. yessy Says:

    so come home, Dims.

    Catch up stories, get new dreams.

    Have a big dream. Its free anyway.

    [Reply]

  14. Dinda Says:

    siang2 kyk gini emang paling pas duduk bersandar sambil membaca blog kak dimas hehe.. ;-) #menyentuh :oops:

    [Reply]

  15. hanna Says:

    nice blog dimas

    [Reply]

  16. Baju Muslimah Bandung Says:

    bagus..sip

    [Reply]

Leave a Reply