#Day5: Galau Berkarir

0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Filament.io 0 Flares ×

Hari pertama kerja di tahun 2015, saya langsung dihujani berbagai pekerjaan dan jadwal meeting. Tetapi sejujurnya saya menanti-nantikan masa masuk kerja lagi karena libur panjang kemarin rasanya terlalu lama untuk dijalani. Well, mungkin ada beberapa teman yang akan mencubit saya karena ini, haha.

Sebelum makan siang, saya terlibat obrolan singkat dengan beberapa kolega di kantor. Intinya, akhir-akhir ini banyak orang yang sedang galau mengenai karir. Tidak yakin dengan karir yang dijalani, keinginan untuk berganti bidang pekerjaan, tak yakin dengan jalan yang dipilih, dan masih banyak alasan lain untuk mempertanyakan apakah ini memang perjalanan karir yang dimaui, ya?

Bagi saya pribadi, I’ve learned from my experience. Setidaknya dalam perjalanan karir saya selama ini, saya telah berganti-ganti pekerjaan cukup lumayan sering. Satu pengalaman yang kemudian saya yakini adalah:

Don’t overvalue short-term benefits. Higher pay doesn’t equate to a job that will make you feel complete.

Saya dua kali pindah kerja ke tempat yang memberikan benefit setengah kali lebih rendah dari gaji sebelumnya. Orang lain berfikir mungkin saya nekat – atau nekat ditambah kegilaan. Tetapi bagi saya, lebih baik memilih serta mencoba pekerjaan yang memberikan pengalaman baru, kesempatan untuk berkembang, dan ribuan pintu untuk belajar lebih profesional.

Keputusan yang saya akui tidak selalu tepat, tetapi tidak akan pernah saya sesali. Karena keputusan yang salah atau benar, semuanya memberikan kesempatan bagi saya untuk ‘naik kelas’ dalam pengalaman hidup.

In the end, satu hal yang membuat saya bertahan di satu tempat adalah lingkungan. Perasaan nyaman, tak pernah was-was menghadapi hari Senin, serta selalu ada ruang untuk berkreasi, merupakan hal yang istimewa dan tak semua orang memiliki kesempatan itu. Hal lainnya, bekerja sebagai satu keluarga besar yang saling menolong dalam menghadapi apapun membuat suasana kenyamanan bekerja menjadi paripurna dan utuh. Alhamdulillah, saya mendapatkan hal-hal tersebut saat ini.

Tentunya, tak semua orang akan dengan ‘mulus’ menemukan tempat terbaik untuk berkembang. Tetapi saya percaya kesempatan itu akan selalu terbuka selama kita berusaha untuk menemukannya. Kalau Agnez Mo dan Pinkan Mambo saja berani berjuang & berkarir sampai negeri Paman Sam, kenapa kita tak berani bermimpi lebih tinggi dan berjuang lebih keras? (*)

6 thoughts on “#Day5: Galau Berkarir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco