#Day2: Menjaga Persahabatan

comments 2
aku dan jakarta / mencintai hidup / tentang sahabat
0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Filament.io 0 Flares ×

Ketika usia semakin bertambah dan kesibukan mulai berkejaran dengan detik waktu yang terus berputar, rasanya semakin banyak hal sederhana yang mudah untuk dihitung menjadi sekumpulan rasa syukur. Mulai dari sekedar kesempatan untuk bisa pulang ke rumah tepat waktu, tidak kehabisan makanan kesukaan di tempat makan favorit, sempat menonton film di hari terakhir tayang di bioskop, sampai kesempatan untuk berkumpul dengan sahabat-sahabat di sela waktu.

Kalau ketika jaman sekolah atau kuliah kita bisa begitu mudahnya meluangkan waktu untuk nongkrong bareng serta berbagi tawa, tetapi ketika kita sudah punya prioritas keseharian lainnya – yaitu bekerja atau kesibukan teratur lainnya – untuk bisa bertemu, lalu sekedar bercerita apa yang dialami & dirasakan ke teman-teman dekat, rasanya menjadi sangat mahal dan sungguh berharga.

Saya mengenal salah satu teman baik yang selalu mengalokasikan sebagian kecil gajinya setiap bulan untuk mentraktir makan atau sekedar ngopi bersama teman dan sahabat lama yang berbeda-beda untuk saling update cerita hidup. Small action tetapi bagi saya sungguh tindakan yang luar biasa. Ia bersedia meluangkan rejeki dan waktu sibuknya menghubungi teman lama yang mungkin sudah lama tak bersua untuk bersilaturahmi kembali dan tentunya bukan untuk menawarkan MLM atau asuransi.

Selain itu, saya juga mengenal seorang teman baik lainnya yang selalu rajin menelpon setiap teman – lama atau pun baru – ketika mereka merayakan ulang tahun. Dimana era sekarang kita memiliki kemudahan untuk mengirimkan pesan ucapan selamat ulang tahun melalui berbagai aplikasi pesan online seperti WhatsApp, Line, dan lainnya serta adanya social media channel seperti Facebook dan Twitter. Akibatnya, begitu banyak orang (termasuk saya) yang semakin permisif untuk menyampaikan rasa suka cita kita melalui media tulisan singkat, dimana yang terjadi kehangatan yang mungkin berkurang serta intimasi yang menjadi terbatas.

Intinya, begitu banyak cara untuk mengikat persahabatan dengan mereka yang telah membuat hidup kita lebih berwarna dan membuat dunia menjadi lebih nyaman untuk kita tinggali. Tetapi pertanyaannya, bagaimana caranya untuk mempertahankannya? Begitu banyak pertanyaan yang sedang ada di benak saya. Nah menurut kamu sendiri, bagaimana cara untuk menjaga persahabatan dengan teman-teman kamu di antara kesibukan waktu? (*)

The Author

An Indonesia-based lifestyle blogger covering city life, style, travel, gadget, book and menswear world.

2 Comments

  1. Aku biasanya maintain persahabatan dengan ketemuan walaupun gak bisa sering. Setidaknya ketemuan setahun sekali untuk menjaga silaturahmi. Ada pun rajin ngerongrong di wassap biar komunikasi terjalin terus. *kedip kedip*

    [Reply]

    Dimas Novriandi Reply:

    *kabur dari Chika*

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco