#Day24: Mencari Teman Dimana Saja

  Siapa yang setuju dengan kutipan di atas? Menurut saya mendapatkan teman yang bisa kita anggap sebagai teman sejati terkadang sulit untuk ditemukan. Terkadang pertemanan bisa berjalan dengan mulus – tetapi pasti akan selalu ada rintangan dan kejutan di setiap tikungan perjalanan hidup kita. Memang, tak semua orang dapat menemukan teman baik dengan mudah. Bahkan terkadang

#Day17: Kartu Pos Itu

Semakin lama saya semakin lupa rasanya menulis dengan jari tangan. Setiap hari jemari ini lebih jamak menyentuh papan huruf di laptop, gawai, dan benda teknologi lainnya. Hal ini bukan saya saja yang mengalami, tetapi saya yakin banyak orang yang turut merasakannya. Contohnya saja rekan sekantor saya Garth yang penasaran ketika melihat saya menulis semua jadwal

#Day10: Ketika Harus Sendiri

Saya paling benci kesendirian. Semua ini dimulai sejak ketika saya harus tinggal terpisah dari orang tua ketika masa sekolah dulu. Saya benci ketika harus makan sendiri, saya benci ketika harus jalan-jalan sendiri, bahkan saya benci ketika harus tidur sendiri di malam hari. Karena itu, ketika saya baru masuk SMA dan harus tinggal sendirian di kos, hampir

#Day9: Pengalaman Yang Mahal

Pagi hari ketika saya sedang dalam perjalanan ke kantor tak sengaja saya membuka linimasa Twiter. Ada satu twit dengan lampiran gambar yang langsung menarik perhatian mata saya. Gambar yang bertuliskan, “Selamat Selikuran Dagadu Djokdja”. Dalam bahasa Jawa, selikur itu diterjemahkan menjadi 21. Ternyata usia produsen kaos khas dari kota Jogja ini sudah menginjak usia yang

#DAY7: Keluarga Yang Kita Pilih

Saya percaya setiap individu pasti memiliki minimal seorang sahabat dalam hidupnya. Sosok dimana kita bisa menceritakan apa saja, yang tahu banyak mengenai kisah hidup kita, serta menempatkan nama kita di dalam doa yang selalu diucapkan setiap harinya. Kembali pada masa ketika masih duduk di bangku sekolah, saya pernah yakin setiap hubungan persahabatan yang saya miliki pasti

#Day2: Menjaga Persahabatan

Ketika usia semakin bertambah dan kesibukan mulai berkejaran dengan detik waktu yang terus berputar, rasanya semakin banyak hal sederhana yang mudah untuk dihitung menjadi sekumpulan rasa syukur. Mulai dari sekedar kesempatan untuk bisa pulang ke rumah tepat waktu, tidak kehabisan makanan kesukaan di tempat makan favorit, sempat menonton film di hari terakhir tayang di bioskop,

Tentang Nilam & Camar Biru

Daku mengenal sosok penulis Nilam Suri tanpa disengaja. Waktu itu daku sebagai klien yang mengunjungi kantor tempat Nilam bekerja dulu dan kemudian pertemanan kami berlanjut dengan ngobrol sana-sini di dunia maya. Setelah beberapa waktu, daku baru tahu Nilam menerbitkan novel dengan judul ‘Camar Biru’, daku bergegas membelinya, and I just love it!  Lalu suatu hari ketika

Akhirnya, #KojakTamasya di EcoPark Ancol!

Malam minggu (05/10) kemarin daku, Chika, Imam, dan Goenrock heboh sendiri belanja di fX untuk nyiapin perlengkapan piknik mulai dari roti tawar, buah pisang, piring dan gelas kertas, sendok dan garpu plastik, sampai garam *yang menjadi misteri kenapa kami beli garam untuk piknik, haha*. Intinya, selama piknik kami gak pengen kesusahan karena kurang ini itu di

#DearJakarta: A reply letter to you.

Dear Hanny,  A memory is a photograph taken by the heart to make a special moment last forever. Seandainya saja, mata ini serupa dengan kamera yang sering kamu jinjing di setiap langkah kecilmu, mungkin aku sudah meyimpan ribuan album memori yang ingin kuceritakan detailnya satu persatu. Di antara tawa lepas, senyum tipis, sampai air sudut