All posts filed under: dimasastra

#Day19: Terbang Lebih Tinggi

comments 2
dimasastra

??Kamu tak ingin terbang lebih tinggi?,?? tanyamu. ??Tidak. Aku merasa cukup, tak kurang tak lebih. Tak ada lagi yang aku cari,?? jawabku singkat. ??Tapi… Kenapa kamu tak mencoba kepakkan sayap dan rasakan dunia yang berbeda? Kamu akan melihat hamparan pemandangan baru dan tak perlu lagi sembunyi dibalik sekumpulan awan biru??. Aku menengadah dan menatapnya erat. ??Kamu. Kamu alasanku untuk tak ingin terbang lebih tinggi. Bagaimana mungkin aku bisa bahagia apabila aku hanya dapat melihatmu dari […]

#Day16: Hari Yang Biasa

comments 2
dimasastra

Ini hari yang biasa. Hari dimana aku terbangun di pagi hari, memikirkanmu. Hari dimana aku bergegas mencari hangatnya sinar mentari untuk mengganti pelukanmu. Hari dimana aku menyeduh secangkir kopi hangat untuk menggantikan genggamanmu. Iya, ini hari yang biasa. Hari dimana aku menghitung waktu demi waktu sambil bertanya-tanya kapan kita bertemu. Hari dimana aku mengeja huruf demi huruf lalu terangkai namamu. Hari dimana aku rindu hingga aku bersenandung ditemani langit yang menjadi abu.   Aku udah bilang kan […]

#Day8: Jatuh Cintalah Pada Pria Yang Menulis

comments 23
dimasastra

Jatuh cintalah pada pria yang menulis. Ia akan menerjemahkan pertemuan pertama dalam barisan kata-kata, pertemuan selanjutnya dalam sekumpulan prosa, dan seterusnya tanpa pernah ada titik henti. Karena ia akan terus menulis di dalam pikirannya, mimpi-mimpinya, dan namamu selalu menjadi kosa kata favorit dalam hidupnya. Jatuh cintalah pada pria yang menulis. Terkadang ia hanya akan menomorduakanmu dengan sebuah buku, sepotong puisi, atau barisan kisah manis yang ditemukannya pada secarik kertas. Tiada sosok lain yang akan menggantikanmu. […]

#DearBangkok: satu alasan bahagia

comments 16
dimasastra / mencintai hidup

Dear You, Pernahkah kamu membayangkan, ketika terbangun dari lelap di pagi hari, ada satu alasan untuk kita tersenyum? Cukup satu. Setiap hari. Mulai dari seorang bermata indah yang ada disisimu, secangkir kopi panas, atau pesan singkat muncul di layar genggaman, ??Good morning, sunshine??. Satu alasan untuk bahagia – yang bisa menjadi penyejuk diantara satu, sepuluh, seratus, atau seribu kekecewaan, kepenatan, dan rasa rindu yang mengoyak pelan-pelan kewarasanku. Ya, aku punya satu alasan itu, yang aku […]

Cerita Pendek: Another Love Story

comments 72
dimasastra / mencintai hidup

Aku dan dia bersahabat. Melewati ribuan tenggelamnya matahari. Menjejaki ratusan ruang. Dan entah berapa puluh tetes air matanya yang telah tumpah di pundakku. Aku tetap di sini, saat ini. Memandang kedua kerling matanya yang indah. “Aku akan pergi….” Kutercekat dalam diam. Lidahku seperti tertusuk paku. Selidik mataku meyakinkan ucapannya yang membuat hatiku luruh. Tapi dia tetap disitu, memandangku tajam. Hanya jalinan kalimat pendek yang keluar dari bibirku, “Kita akan selalu bersahabat, kan? Tiada kurang, tiada […]

Surat cinta terakhir untukmu, kekasihku

comments 125
dimasastra

Untuk kekasihku, Cinta ini, yang selama kujaga dan kudekap hanya untukmu Tiba-tiba hilang seperti embun dihempas cahaya mentari… Entahlah, aku hanya merasakan hampa dan sepi Terus bersemi… Setiap kali aku menatap wajahmu, Aku bahkan enggan untuk sekadar berpaling memandang wajah dan semu di pipimu lagi. Hanya satu… Satu hal kesungguhan dan keyakinan yang ingin aku lakukan, yaitu Menanti datangnya hati yang lain. Percayalah, jangan pernah membayangkan aku akan Menikahimu dan tumbuh bersamamu. Percakapan kita terakhir […]

tiga asap bernafaskan cinta

comments 13
dimasastra

Tetes hujan membasahi dinding kaca yang berdebu pekat. Titik air membentuk seburat garis tak beraturan. Rinai hujan pun mulai sepi seiring malam yang semakin kelam. Aku tahu, engkau belum lah terlelap. Karena aku yakin, kita berdua, menyilau bulan yang serupa. Ku disini dan engkau di ujung sana, entah dimana. Kamu tahu apa yang membuatku perih? Aku dan kamu, menatap tajam rembulan yang sama, disaat yang sama, tapi aku tak dapat menatapmu lekat. Mataku terhenti pada […]

dear diary

comments 14
dimasastra

Dear Diary, Aku sedih. Hatiku hilang. Aku lelah mencarinya sampai aku terlelap. Dalam tangis kutanyakan pada setiap orang yang kutemui, “engkau tahu dimana hatiku? Tolong bantu aku mencarinya,” pintaku iba. Diary, aku masih gundah. Aku mungkin pelupa. Tapi aku yakin, rasanya sungguh tak mungkin aku meletakkan hati ini diluar sadarku. Lagi pula, siapa yang tega membiarkan satu-satunya hati ini tersia-siakan? Atau jangan-jangan… Iya! Aku yakin dia yang mencuri hatiku! Dia yang punya mata tajam dan […]

temani aku di taman sari

comments 23
dimasastra / yogya kita

Sinar matahari luruh meredup. Siang seperti hilang dibalik banjaran awan yang menghitam. Aku hanya bisa tercekat, berdiri di atas bangunan yang mulai terlihat rapuh. Menyebar pandangan ke setiap sudut, tersirat masa lalu yang tersia-sia, terhapus oleh waktu yang berpendar cepat. Tapi, kenapa aku disini? Demi sejarah? Sejarah siapa? Aku atau bangunan ini? Pertanyaan itu menggoda menari-nari, tanpa musik atau gending memalu hati. Aku menapaki tangga satu demi satu. Di kompleks Taman Sari yang berada 500 […]

calon novelet: KOSTmopolitan

comments 26
dimasastra

“Mas kalo yang dikamar ujung itu siapa? Rapi banget kamarnya.” “Ssstt! Itu si Denis anak Medan, kayaknya dia itu punya penyakit compulsive disorder, semua barangnya harus disusun sesuai warna. Coba buka lemarinya, celana dalam aja bisa urut dari putih ke item, hihi…” Ini saat-saat yang paling disukai Rando – anak kos yang paling lama tinggal di KOSTmopolitan (begitu biasanya dia dan teman-temannya menamakan tempat kos mereka) – yaitu saat menjelaskan tingkah polah teman-temannya yang ajaib […]