#Day12: Alasan Untuk Bahagia

Tiba-tiba saya teringat masa-masa saya menjalani OSPEK sewaktu menjadi mahasiswa baru UGM dulu. Seperti biasa kami harus mengikuti orientasi mahasiswa tingkat universitas sebelum mengikuti orientasi tingkat fakultas. Salah satu tujuannya adalah agar mahasiswa baru bisa saling mengenal antar fakultas, sehingga dibentuklah kelompok-kelompok yang terdiri dari perwakilan berbagai fakultas dan jurusan. Pada masa itu saya bisa

5 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Umur 30

Banyak yang nanya ke daku, gimana sih rasanya berumur 30an? Wih, you tell me! Kalau ngobrol sesama temen-temen deket, ketika umur berganti menjadi kepala tiga, fase galau tingkat internesyenel langsung muncul. Mulai dari beberapa mimpi di awal 20an yang belum tercapai, pilihan karir yang mungkin diluar ekspektasi, masih jomblo, iya daku ulangi, masih jomblo, dan beberapa

#DearBangkok: Femi & kisah di masa itu.

Tiba-tiba jantungku berdegub kencang. Entah kenapa perasaanku tidak nyaman ketika membaca sekilas di Twitter tentang info jatuhnya pesawat Sukhoi di Indonesia. Kutelusuri pemberitaan satu persatu termasuk daftar nama yang diduga turut serta dalam penerbangan pesawat Sukhoi tersebut. Hah? Ada perwakilan dari Pelita Air? Om Bambang! Iya Om Bambang, salah satu adik almarhumah Mama kerja di

dagadu djokdja itu…

Masa kuliah daku merupakan fase masa yang paling seru. Gimana gak seru kalau masa kuliah daku kalau di total bisa mencapai 9 tahun? Hihihi. Walau sepanjang waktu itu daku menghabiskan waktu di lima fakultas berbeda sih… Ho oh, lima. Kaget? Daku aja kalau sekarang mikir, apa yang ada di otak daku pada masa itu, ya?

#17 cup: tips memilih kos ala dimas

Daku mondar-mandir panik. Kuliah jam 7 tapi temen kos yang lagi mandi gak ada tanda-tanda mau kelar. Daku ambil diam-diam satu per satu baju dan handuknya dari celah pintu kamar mandi, dan beberapa menit kemudian terdengar teriakan putus asa, “DIMAAAAS! Kembaliin handuk gueee!”. Daku pun tertawa girang sambil siyul-siyul sembunyi di kamar.   Begitu lah

mitos-mitos di jogja itu

Kalau mau kembali lagi ke Jogja harus minum air selokan Mataram? Atau kalau mau lulus kuliah cepet harus memeluk Tugu Jogja? Wah, pasti pada penasaran, emang bener harus seperti itu? Tinggal di Jogja lebih dari sepuluh tahun tampaknya cukup bagi saya untuk mendalami sedikit banyak denyut kehidupan kota ini, kota yang sering dianggap sebagai pusat

temani aku di taman sari

Sinar matahari luruh meredup. Siang seperti hilang dibalik banjaran awan yang menghitam. Aku hanya bisa tercekat, berdiri di atas bangunan yang mulai terlihat rapuh. Menyebar pandangan ke setiap sudut, tersirat masa lalu yang tersia-sia, terhapus oleh waktu yang berpendar cepat. Tapi, kenapa aku disini? Demi sejarah? Sejarah siapa? Aku atau bangunan ini? Pertanyaan itu menggoda