#7 cup: (bukan) Sekedar Uang Receh

Thursday, December 25th, 2008

Sejujurnya, daku bukan manusia yang gemar menabung. Dari jaman punya gaji sendiri selama kuliah, selalu saja gaji kerjaan part time yang di dapet langsung habis dalam sekejap. Tentu aja abisnya buat beli stocking, bulu mata palsu dan sepatu hak tinggi… HEH! Emangnya daku cowok apaan? Kekeke…. Daku masi inget, gaji pertama langsung dibelikan meja belajar yang sukses daku pake selama ngekos di Jogja. Itu pun udah dua kali patah mengerikan. Pertama, karena daku iseng pasang antena radio di langit-langit kamar dan dengan indahnya itu meja terbelah sepertiga karena jadi dasar pijakan kaki daku. Kedua, itu meja terbelah lagi karena didukin temen kos yang segede bagong. Malang nian nasib meja itu, huhu… Tapi, untung saja meja itu masih bisa dipake dan sekarang daku lungsurin ke Ageng, anak kos yang sungguh gembira bisa menikmati kamar bekas idola yaitu daku. Sang legenda kos-kosan yang lebih lama tinggal di kos daripada rumah sendiri, ck ck ck…

Anyway, walau daku borosnya ampun-ampunan, dan gak bisa ke Gramedia tanpa beli polpen baru atau buku, daku masih tetep punya celengan. Iya celengan. Itu pun gak cuma satu. Di jogja daku punya beberapa, ada celengan segede gaban bergambar Spongebob Squarepants, celengan lucu berbentuk lumba-lumba, dua gelas untuk koin-koin tak berbentuk, dan belum lagi di belakang lemari. Entah lah, daku juga bingung kenapa di belakang lemari itu banyak sekali uang receh berhamburan. Jangan-jangan tiap anak kos yang masuk kamar daku, mereka segera berdoa,

“Enyahlah roh jahat! Pergilah dari muka bumi! Amien…”

Dan mereka pun melemparkan uang receh ke belakang lemariku itu sebagai syarat dikabulkannya doa, wakaka….

Anyway, waktu daku pindahan ke Jakarta anak-anak kos juga ribut ngapain itu celengan dibawa-bawa segala.

“Mas, cowok gagah dan ganteng seperti dirimu ngapain bawa celengan Spongebob?! CIH! NAJIS!”

Hm… Okey gak sekasar itu si, tepatnya,

“Mas Dim, itu celengan ditinggal sini aja, buat anak-anak kos, buat bantu-bantu kami yang memang membutuhkan, lumayan banget kan buat maen game Counter Strike rame-rame.”

Jawaban daku,

“CIH! NAJIS!”

Jadi jelaslah, yang berbibir tajam itu adalah daku, haha.

Finally, itu celengan berhasil daku bawa sampe Jakarta. Tersusun rapi di sudut kamar. Dan sampe sekarang cuma ngejongkrok gak jelas. Paling kadang-kadang diisi dengan uang receh yang daku dapetin. Mau ditabung ke bank kok ya daku malu, bawa-bawa celengan Spongebob dan dapet tatapan tak bersahabat dari penjuru pengunjung bank. Akhirnya, ya sudah, celengan itu akan tetep di sana selamanya. Huh, sungguh malang sekali nasib mereka.

Mungkin bukan hanya celengan daku yang bernasib sama, mungkin juga celengan kamu yang ada di kamar. Sayang banget kan dianggurin padahal we can do something with those money, isn’t it? Dan tiba-tiba daku dapat kabar luar biasa dari dua sohib baikku yang cantik jelita, rekan kerja daku di kantor sebelumnya. Nah baru-baru ini mereka bikin program sosial bernama Coin A Chance!, dimana mereka akan mengumpulkan uang receh untuk membiayai sekolah adik-adik kita yang kurang mampu. Siapa aja yang boleh ikutan Dim? Semua orang dong tentunya… Tentang program dan bagaimana cara ikutan bisa di klik di sini ya.

Daku membayangkan seandainya saja program ini terus dijalankan oleh beberapa komunitas yang terus menularkan semangatnya ke lingkungan sekitar, maka akan semakin terbuka kesempatan adik-adik kita mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Jadi, mulai sekarang jangan malu sediakan celengan, toples, kaleng atau apa saja yang bisa untuk menampung uang koin di tempat kamu beraktivitas sehari-hari. Bisa di rumah, sekolah, kantor, tempat les, tempat nge gym, atau di mana saja kita bisa menaruh tempat koin untuk berbagi. Jadi mulai sekarang, simpan uang receh yang kamu punya, dan mari kita sebarkan ratusan koin kesempatan. Kalo misalnya gak punya uang receh adanya uang gede gimana Dim? Begh! Sombong amat! Sini buat daku aja uangnya, hihi.. (*)


30 Responses to “#7 cup: (bukan) Sekedar Uang Receh”

  1. Horeee, sekarang ndak bingung lagi mau dikemain recehanku yang udah ada dua mug itu :mrgreen:

    *nyari2 lagi recehan dibawah dipan, meja dan lemari yang berserakan*

    [Reply]

  2. cK says:

    jangan lupa recehan sisa bayar makan malem kemarin ditabung… :P

    [Reply]

  3. uril says:

    mas dimas…sependapat banget mas…pasti uang yang meski recehan ada yang membutuhkan di luar sana…

    btw..mas emang tampan dan gagah yaaa..hihihiiy..

    [Reply]

  4. Chic says:

    yay! postingannya bareeeeng!!! :mrgreen:

    [Reply]

  5. Brillie says:

    Out Of Topic: I just want to say… HAPPY NEW YEAR 2009!!!

    [Reply]

  6. aku pengen ikutan Dim…

    eh …

    STOKING ORANGE AKU BALIKIN DONNNNNNNN!!!

    [Reply]

  7. Pretty says:

    :wink: blog nya menarik … jadi pengen ikutan juga

    [Reply]

  8. Dendi says:

    Setubuh mas dim.
    Seperti kata AA Gym, lets start from the small things, from now on and from ourself.

    [Reply]

  9. danny says:

    iya niy, drpd nambah bobot badan gag jelas
    >>>gr2 ngantongin uang receh segambreng hasil kembalian dr berbagai macam loket n toko dimana pengamen pun ogah dkasih gopek…

    mending aku ikutan program-mu mas

    3M
    mengumpulkan
    menimbun
    mendonasikan :p

    [Reply]

  10. kita says:

    aku gak punya uang kecil mas..hehehe..aku sumbang uang gede boleh kan???

    *daripada di kasik dimas dipake beli stocking..* hihihi…

    [Reply]

  11. Gunawan Rudy says:

    Saya sugih™ jadi ndak ada duit receh. :cool:

    *dibunuh rame2*

    [Reply]

  12. ichanx says:

    oke… oke… coin a chance nya bagus… tapi ituh!!! pargraf pertama!!!! gw nyaris mo nutup browser ini, nyangka elu pria jadi2an!!!! wakakakakaakk

    [Reply]

  13. oelpha says:

    *ngubek glodok nyari stoples kosong lutu buat tempat koin*

    [Reply]

  14. Trilsky says:

    gw juga bingung mesti kemanain duit receh, karena gw selalu me remove duit rech dari dompet gw, akibatnya duit receh menghuni toples camilan di pojok laci yang makin hari isinya makin padet aja dan gw bingung mesti ditaro mana lagih?

    [Reply]

  15. minanube says:

    Enak mana sama celengannya paypal yah :D

    belum pernah nyoba nih, toh belum punya duit banyak :(

    [Reply]

  16. siwi says:

    Wah.. Jangan2 diperutnya Dimas juga banyak duit recehnya, makanya gembul begitu .
    *Dilempar celengan SpongeBobs* :mrgreen:

    [Reply]

  17. cempluk says:

    kadang kembalian uang receh dari supermarket diganti dengan permen.. :twisted: :twisted: sudah selayaknya bila uang receh kembalian diberikan sesuai yg kemudian bisa kita manfaatkna utk kegiatan spt ini.. :smile:

    [Reply]

  18. ichaawe says:

    Program bagus banget niiiy…
    apalagi kalo kepingan recehnya .. recehan EURO ato Dollar. :lol:

    [Reply]

  19. ika says:

    haha sama,, aku juga paling ga bisa nabung lama2

    [Reply]

  20. dony says:

    dimas … tetap menerima uang kertas kan ? soalnya sisanya kertas semua euy … merah lagi *sombong*

    [Reply]

  21. asikkk..rumah baru dengan cat biruuuuuuuuu :D

    [Reply]

  22. sandi says:

    kalau aku emang punya celengan khusus uang koin. Biasanya diperlukan lagi kok kalau benar2 kere extra

    [Reply]

  23. Fifi says:

    Cih! Najis!
    Becanda mas :grin: tp knp ya quote itu plg kena di post mas dimas ini
    Betulnya pgn jg ikut program ini dikantorku
    Tp ga ada link, gimana donk? :sad:

    [Reply]

  24. sumpah-gueh-bukan-Ageng says:

    eh penonton……

    oooiiiiii …….*jawab penonton*

    sumpah aq g pernah gembira bs dapet lungsuran meja-gede-warna-coklat-yg-sudah-pernah-patah-bekas-dimasnovriandi. :P

    huehehhehehehe…

    coba yang d lungsurin tipi, kulkas, dan AC. gembira banget dah aq..:D

    [Reply]

  25. Fifi says:

    Btw mas dim,
    minta ijin taru link blog ini di blog ku ya,,

    [Reply]

  26. Luigi says:

    Dear Dimas,

    As coins and those paper-based money (uang kartal) are beginning to be dominated in its entirety by its digital form, it is indeed a good idea to preserve them as its intrinsical value will be more than the nominal amount stated on.

    When it comes to charity, either coins, paper and perhaps digital money will still be valuable for good cause. Go beyond coins for doing things for greater goods.

    Wishing you a success in your coin-mission-thing and I am praying that you and all of us will get blessings more this year than it was before. Hugs from West Africa, indeed.

    [Reply]

  27. desty says:

    saya mau ikutan bergabung…
    ditunggu info pengumpulan koin di bogor ya… :smile:

    [Reply]

  28. nh18 says:

    HHmmm ….
    ini gerakan yang OK banget …

    BTW …
    keknya kenal nih ?
    lt 18 bukan ya ?

    [Reply]

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco

 photo dimasrounded_zpsd55d0ae3.png


DIMAS NOVRIANDI
Just an Indonesia-based lifestyle blogger covering city life, style, travel, gadget, and menswear world. Wishing his day had more than 24 hours.
CONTACT ME
dimas.novriandi@gmail.com
CURRENT LOCATION
Jakarta, Indonesia

connect with me

SEARCH

ARCHIVES

CATEGORIES

Find Me on Google Plus

find me on Instagram

find me on Facebook

find me on Twitter


Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers