Mesin Kopi Dolce Gusto, Miliki Coffee Shop Pribadi

Friday, April 17th, 2015

Sejak bekerja di dunia digital advertising agency saya punya sahabat. Bukan sosok yang bisa diajak bicara, tetapi selalu siap menemani setiap hari. Di ruang meeting, di balkon sambil menikmati sore hari, sampai menyesapnya di antara tawa bersama teman-teman kantor. Ya, ia adalah secangkir kopi, haha. Kopi selalu menjadi sahabat yang menyenangkan bagi saya, makanya saya selalu gembira ketika ada jadwal meeting di salah satu kantor klien saya yang menyediakan kopi enak gratis dari mesin kopi Nescafe Dolce Gusto dengan bentuknya yang elegan serta modern.

Akhirnya Beli Mesin Kopi Dolce Gusto

Karena pada dasarnya merasa perlu dan pengen bisa ngopi enak kapan pun di kantor, maka saya memutuskan untuk membeli mesin kopi Dolce Gusto pada minggu lalu dan meletakkannya di meja kantor! Yay! Salah satu keuntungannya memiliki ruang kerja sendiri adalah saya bisa meletakkan Coffee Maker Nescafe ini di meja kerja dan karena pada dasarnya desain Dolce Gusto ini udah cakep, malah bisa jadi dekorasi tambahan ruangan yang keren!

Anyway, karena semangat untuk nyoba bikin kopi ala barista, saya dan beberapa temen kantor pun mulai otak-atik mesin kopi ini dan rebutan memilih kapsul Dolce Gusto yang bisa menghasilkan minuman kopi, teh atau coklat dalam waktu kurang dari satu menit, dengan berbagai pilihan rasa, seperti Cappuccino, Espresso Intenso, Grande Intenso, Mocha atau Nestea. Lalu saya memilih rasa Mocha, masukan kapsul ke dalam alat, proses, dan voila! Berhasil! Ternyata mudah dan tak seribet yang saya bayangkan sebelumnya.

Serunya adalah sekarang membuat kopi menjadi semakin cepat dengan kualitas yang tinggi, plus untuk saya yang suka tiba-tiba ada panggilan meeting di ruangan lain, saya tak perlu khawatir kalau bakalan boros energi karena mesin kopi ini dilengkapi dengan Eco Mode System yang membuatnya hemat energi karena akan otomatis mati bila 5 menit tidak digunakan. Seru, kan?

Buat saya, kelebihannya yang bisa dirasakan adalah dengan NESCAFE Dolce Gusto bisa memberi pengalaman baru menikmati minuman bergaya coffee shop di kantor atau coffee shop experience at office. Haha beneran, deh! Bahkan saya jadi berpikir untuk punya satu mesin kopi yang sama untuk digunakan di rumah.

Nah, untuk kamu yang ingin mendapatkan mesin kopi keren ini jangan lupa datang ke 2nd Anniversary Nescafe Dulco Gusto dimana ada promo yang menarik buat kita *langsung cek dompet*

 

Beli Varian Kapsul Dolce Gusto

Nah, kekurangannya dari mesin Dolce Gusto ini apa, Dim? Hm, buat daku beli kapsulnya sih yang rada bingung harus dimana. Akhirnya karena ada request dari temen kantor untuk menyediakan pilihan kapsul yang gak kopi banget, saya pun hunting kapsul Dolce Gusto melalui online. Ternyata ada banyak lho dijual di beberapa e-commerce tetapi juga tersedia di beberapa mal di Jakarta. Setelah menimbang jarak, saya pun meluncur ke Senayan City dan mampir ke Best Denki lalu beli kapsul dengan varian Milo dan Green Tea Latte! Kaget juga ternyata ada rasa Milo, rasanya pengen langsung peluk gerainya, haha.

Ah, yang pasti saya puas banget dengan mesin kopi ini dan semoga review Dolce Gusto ini berguna buat kamu yang pengen punya mesin kopi modern dan membuat kamu bisa menjadi barista kapan pun! (*)



Pasangan Mantap untuk Gadget Kamu

Thursday, April 2nd, 2015

“Selain toko buku, paling gak tahan kalau udah lihat gadget dan aksesorisnya,” jawab saya singkat ketika teman saya menanyakan apa yang paling membuat saya betah berlama-lama di mall. Terus terang saya sangat mudah tergoda dengan gadget dan terutama aksesorisnya, walau hubungannya seperti love and hate relationship. Saya selalu ‘gatal’ untuk membungkus gadget saya dengan pelindung atau casing supaya lebih nyaman digenggam dan terlindungi dengan baik.

Bahkan beberapa bulan yang lalu ketika saya liburan di Bangkok, saya menyempatkan untuk mampir di toko aksesoris gadget dan membeli beberapa casing & kabel charger untuk smartphone saya. Penampilannya sih OK ya, tetapi sayangnya dalam beberapa minggu ternyata sudah bocel sana-sini plus kabelnya ada yang udah tak bisa digunakan lagi. Huft, sedih. Mencari kualitas aksesoris yang OK itu memang tak semudah menemukan deretan penjual aksesoris di ITC.

Buat saya hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah yang gak kelar-kelar. Mungkin kalau saya kumpulin biaya yang telah dikeluarkan untuk beli aksesoris beberapa kali sudah bisa buat beli aksesoris yang jauh berkualitas. Apalagi setiap hari setidaknya saya membawa beberapa gadget mulai dari smartphone sampai laptop ke kantor. Maka dari itu saya sekarang lebih berhati-hati untuk membeli aksesoris.

Nah, kebetulan weekend kemarin ketika saya sedang berjalan-jalan ke Mal Taman Anggrek mata saya tertuju ke toko CAPDASE, dimana salah satu smartphone saya pakai pelindung dari merek ini. Maka langsunglah saya meluncur dan kepo tanya-tanya ke mas-mas penjaganya yang ramah. Ternyata toko CAPDASE ini yang pertama di dunia dan menyediakan lebih dari 400 aksesoris elektronik berkualitas tinggi seperti pelindung HP, charger, kabel, audio dan sambungan untuk smartphone pada mobile, tablet dan notebooks yang dapat kita gunakan sebagai sarana untuk menikmati hidup.

Ngomong-ngomong menikmati hidup, berhubung saya sedang mencari headphone untuk digunakan sehari-hari karena di kantor saya kebetulan menerapkan open space office?- dimana tidak ada sekat antar satu kubikel dengan kubikel lainnya – terkadang kami tidak bisa terhindari dari suasana ramai rekan kantor yang sedang meeting, diskusi, suara musik, sampai keseruan bermain Counter Strike. Nah, cara instan untuk mendapatkan ‘dunia’ sendiri adalah dengan menggunakan headphone dan karena itu penting banget untuk punya yang oke. Masalahnya, selama setahun lebih bekerja di sini saya sudah mencoba 2 merek berbeda dengan harga yang lumayan tetapi kualitasnya tidak sesuai dengan harapan.Nah, ternyata saya baru tahu kalau CAPDASE mengeluarkan produk keren Pulse Bluetooth headphone yang nggak bikin ribet karena tanpa kabel dan bisa ditekuk untuk menghemat tempat di dalam tas. Selain itu yang penting buat saya yang membawa beberapa smartphone berbeda (IOS dan Android) tentunya seneng banget ternyata headphone ini compatible dengan semuanya!

 

Kemudian fitur active noise cancellation-nya bener-bener menjadi surga buat saya dan semakin membuat saya lebih mudah konsentrasi bekejra sambil mendengarkan musik. Satu hal lagi, saya tak perlu khawatir karena baterainya bisa digunakan selama 10 jam. Cukup dong untuk sehari penuh bekerja, hehe. Makanya saya happy banget menemukan headphone ini! Kalau mau tau lebih lengkap bisa dapetin informasinya pada link ini: http://bit.ly/PulseCapdase atau kamu juga bisa follow akun social media CAPDASE di Twitter @id_capdase dan Instagram?@id_capdase.

Jadi, kalau kamu sekarang sedang galau mencari pasangan mantap untuk gadget kamu mulai dari aksesoris handpone?sampai headphone yang kualitas terjamin dengan harga terjangkau, meluncur deh ke toko CAPDASE dan temukan berbagai pilihan OK untuk gadget kamu! (*)



Belajar Untuk Fokus

Friday, February 27th, 2015

Hi, saya Dimas dan saat ini saya bekerja di salah satu digital agency terbesar di Indonesia. Jadi, terbayangkan paparan saya dengan teknologi hampir bisa dibilang 24 jam 7 hari. Setiap detik, setiap saat, dan setiap saya bangun pun saya bergegas periksa timeline Path, Twitter, sampai email dari kantor. Ya, segitunya saya mengomsumsi teknologi dalam keseharian. Terkadang saya merasa hidup di dunia yang bising dengan visual tulisan, gambar, suara, tetapi semua menjadi adiksi. Apabila sehari saja tidak akses rasanya menjadi ada yang kurang…

 

Ketika saya membaca tulisan dari Mas Adjie di buku “Sadar Penuh Hadir Utuh” permasalahan pertama saya adalah saya memiliki “Monkey Mind” dimana pikiran saya bisa loncat sesuka hati dalam satu waktu. Seperti monyet yang berpindah dari pohon satu ke pohon lainnya. Istilah kerennya sih ‘multitasking’. Pikiran saya yang serba berloncatan ini pun ‘terlatih’ ketika dulu saya masih menjadi penyiar radio. Saya berlatih di mana tangan pegang mixer, telinga mendengarkan lagu, otak berpikir akan hal yang akan saya sampaikan di depan mic, dan mata mengawasi layar komputer. Satu waktu melakukan banyak hal dan ternyata tidak selamanya hal itu menjadi hal yang positif.

Kembali ke dunia yang penuh dengan teknologi, sekarang saya memang sering menjadi multitasking ketika bekerja. Tangan menyusun presentasi tetapi sesekali saya terlalu ‘gatal’ untuk cek update Path di gadget, periksa email di tab lain, atau sekedar membaca berita terbaru di halaman berita online. Sulit sekali rasanya fokus. Waktu mengerjakan presentasi yang harusnya satu jam bisa selesai, ternyata akhirnya mundur berjam-jam kemudian. Terkadang merasa kesal dengan diri sendiri.

Di buku “Sadar Penuh Hadir Utuh” saya belajar ternyata banyak sekali manfaat kita untuk melatih fokus dan ‘away’ beberapa saat dari internet. Misalkan saja waktu kita untuk membaca buku akan semakin banyak dan saya sangat percaya dengan hal satu ini. Bisa dibilang di kamar saya, hampir ada puluhan buku yang ‘belum sempat’ saya baca, bahkan beberapa masih dalam bungkus plastik. Kalau dibilang saya tak sempat membaca karena tidak ada waktu, rasanya tidak juga. Karena setiap pulang kerja dan setelah saya membersihkan diri, saya pasti akan kembali ke gadget, menulusuri timeline dan menonton video di YouTube lalu menghabiskan waktu berjam-jam dengan percuma. Hampir setiap hari. Seadainya saja saya bisa fokus dan menjedakan diri dari teknologi, saya yakin bisa membaca buku setiap hari dan semakin banyak ilmu yang saya dapatkan.

Kemudian di buku yang sangat memberikan pencerahan untuk saya ini, saya juga belajar bagaimana sih caranya supaya tidak selalu terhubung dengan internet? Salah satunya adalah tinggalkan gadget atau matikan.

Kalau tinggalkan gadget mungkin buat saya seperti kehilangan setengah nyawa ya, haha. Tetapi untuk mematikan gadget memang terkadang saya lakukan. Misalkan saja ketika sedang nonton film di bioskop, saya pasti akan mematikan gadget dan fokus ke layar. Dipikir-pikir, kita bisa melakukan itu juga ketika kita bekerja. Untuk fokus terkadang perlu untuk bersendiri serta terputus dari dunia luar. Selain itu, bersama sahabat-sahabat saya, kami juga punya kebiasaan ketika sedang nongkrong bersama, kami akan menumpuk semua gadget di satu tempat dan tidak ada yang boleh menyentuhnya sampai kami selesai saling bertukar cerita. Rasanya sangat menyenangkan dimana kita fokus dengan cerita teman kita, tertawa tanpa ada jeda melihat gadget, dan waktu berasa lebih berarti.

In the end bagi saya sebenarnya teknologi banyak menolong saya untuk terhubung dengan keluarga, sahabat, dan teman-teman – serta tentunya dalam pekerjaan sehari-hari. Tetapi dalam kehidupan keseharian, kita harus bisa menjaga agar teknologi tidak menginterupsi bahkan sampai menganggu kehidupan kita dalam keseharian. Melatih fokus dalam hal-hal yang menjadi prioritas serta kita harus bisa menempatkan teknologi sebagai tujuan awalnya untuk memudahkan aktivitas manusia – bukan mendistraksi kita untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Jadi buat kamu yang ingin tahu lebih banyak bagaimana kita bisa belajar fokus dan menemukan tips yang bermanfaat dari buku “Sadar Penuh Hadir Utuh”, buku Adjie Silarus ini baru akan terbit 24 Maret 2015 tetapi kamu bisa dapatkan lebih dulu dengan melakukan pre order dari tanggal 2-11 Maret 2015 pada link ini. Selain itu akan ada 20 tiket kelas “Sadar Penuh” untuk pembeli PO yang beruntung, lho. Yuk kita belajar fokus! (*)



Hei! Ini Smartphone Terbaik dari Huawei!

Monday, February 23rd, 2015

Saya sangat suka membaca buku sejak dulu. Bahkan sampai sekarang hampir setiap hari saya selalu membawa satu buku sekedar untuk berjaga-jaga ketika macet atau menunggu sesuatu, saya bisa menyelesaikan membaca buku yang saya bawa.

Tetapi semakin hari rasanya ribet juga bawa buku di dalam tas saya yang padatnya kayak mal lagi midnight sale. Buku ini akan berebutan tempat dengan laptop, semua charger, sampai kamera (iya, saya hampir setiap hari bawa kamera) di dalam tas saya. Kebayang kan kalau saya traveling? Betapa semakin ribetnya barang bawaan saya.

Sempat berfikir untuk membawa tablet yang tentunya lebih multi fungsi. Bisa buat cek email, baca artikel seru di BuzzFeed, sampai baca buku. Iya, baca buku online. Tetapi setelah ditimang-timang, rasanya tetap berat untuk dibawa-bawa. Kalau baca buku pake gadget yang sehari-hari saya pakai, kok ya rasanya kurang mantap untuk baca artikel panjang atau novel. Karena memang dasarnya daku kepo, daku mulai browsing-browsing gadget yang gak malu-maluin buat dipake, mumpuni, harga kompetitif, plus satu lagi, enak buat akses bacaan di gadget. Setelah baca review sana-sini dan menimbang-nimbang, akhirnya pilihan daku untuk mencari phablet.

Hayo ada yang tahu phablet, tak? Phablet itu istilah baru perpaduan smartphone dan tablet. Artinya dengan kenyamanan maksimal ala smartphone dengan tampilan layar yang gak kalah sama tablet. Saat ini, phablet yang menurut saya paling hits dan cocok dengan kebutuhan saya jatuh ke Huawei Ascend Mate 7. Tahu Huawei, dong?

Huawei Ascend Mate7
 

Huawei tidak hanya menjual modem atau ponsel bundling, tetapi juga produksi smartpone yang berlayar lebar (6 inci) dengan prosesor yang mumpuni! Buat saya, layarnya yang berpenampang luas sangat membantu untuk membaca, membalas email, atau pun review kerjaan. Selain itu yang paling penting buat kita para komuter ibu kota tentunya adalah kemampuan daya tahan baterenya, karena menurut saya ukuran baterainya masih terbesar di kelasnya. Mudahnya buat saya, smarphone ini awet saya gunakan untuk berbagai aktivitas dan mampu bertahan hampir 2 hari penuh. Jadi kebingungan harus bawa power bank kemana-mana bisa dikurangi, deh.

Satu hal lagi, setelah pakai Huawei Ascend Mate 7 ini seperti mematahkan mitos bahwa kualitas barang produksi dari China hanya sekadarnya. Tetapi bagi Huawei, produk flagship ini menurut saya fiturnya paling unggul: mulai dari bodinya yang dibungkus logam, baterainya menggunakan 4.100 mAh lithium polymer yang lagi-lagi terbesar di kelasnya, dan ketika isi ulang baterai lebih cepat dibandingkan smartphone lainnya.

Nah untuk yang suka foto pun, smartphone ini juga mumpuni dengan kamera depan 8MP CMOS dan kamera utama 13MP CMOS. Satu hal lainnya yang seru adalah suaranya yang jernih, baik didengar secara langsung atau pun kalau kita pakai headphone. Jadi saya bisa bilang totalitas Huawei untuk produksi ini tidak tanggung-tanggung.

Jadi kalau kamu mencari gadget android berkualitas premium dengan harga yang tidak membuat kantong menjerit, kamu harus mempertimbangan Huawei Ascend Mate 7, deh. (*)



 photo dimasrounded_zpsd55d0ae3.png


DIMAS NOVRIANDI
Just an Indonesia-based lifestyle blogger covering city life, style, travel, gadget, and menswear world. Wishing his day had more than 24 hours.
CONTACT ME
[email protected]
CURRENT LOCATION
Jakarta, Indonesia

SEARCH

ARCHIVES

CATEGORIES

Find Me on Google Plus

find me on Instagram

find me on Facebook

find me on Twitter

find me on Pinterest

find me on Bloglovin

meet up with us

http://kopdarjakarta.com