Gigi Tak Ngilu Lagi Dengan Sensodyne!

comment 1
Uncategorized

Akhir-akhir pola makan daku rada berantakan. Selain karena sering lembur di kantor, daku juga jadi gak memilih makanan selama ada yang bisa di makan, haha. Contohnya aja sarapan bisa beli susu kotak dan sandwich di salah satu convenient store di gedung kantor, lalu di siang hari makan soto dan beli beberapa camilan manis, dan menjelang malam bisa lebih random lagi. Mulai dari Thai ice tea sampai fast food bisa daku habiskan dengan lahap.

Intinya sih satu, daku gak boleh sampai sakit jadi kudu banyak makan, haha. Jadi ya wajar aja selama sebulan terakhir berat badan daku naik dua kilo *siap-siap daftar gym*. Cuma akhir-akhir ini daku rada terganggu ketika makan, bukan karena makanannya gak enak, tapi daku merasa nyeri atau ngilu setiap makan atau minum yang terlalu panas atau pun terlalu dingin. Rasa nyerinya kayak cinta bertepuk sebelah tangan *lebay*.

Daku pun secara penuh kesadaran diri mencoba untuk mengurangi makanan yang membuat gigi daku nyeri/ngilu. Sempet juga sih curhat ke sahabat daku yang kebetulan dokter gigi. Eh kalau dokter gigi gak mungkin kebetulan, ya? Hahaha. Jadi kata dia kemungkinan gigi daku sensitive. Ouch!

Nah dari daku baca-baca di referensi, gigi sensitif itu muncul kalau lapisan dentin di bawah email gigi terbuka. Jadi dengan kondisi kayak gitu kalau kita makan atau minuman yang dingin/panas/manis/asam atau saat menyikat gigi, akan menyebabkan saraf gigi terpicu menimbulkan rasa ngilu yang tajam dan cepat. Gigi sensitif itu jadi semacam alarm buat kita lho kalo struktur gigi sudah berubah jadi biar gak tambah parah tentunya kudu harus dirawat.

Selama ini daku sendiri sering beberapa kali ketemu temen yang punya gigi sensitif. Awalnya kirain drama aja *dijambak*, ternyata akhirnya daku merasakan sendiri. Untungnya, temen-temen daku menyarankan buat daku untuk pake Sensodyne. Secara daku gak mau nanggung-nanggung, daku pun beli Sensodyne Tooth Brush punya variasi sikat gigi yang didesain khusus untuk penderita gigi sensitif. Bulu sikatnya yang silky demi memaksimalkan effective cleaning pada daerah gigi yang nyelip sekalipun. Pokoknya enak banget buat gigi daku.

Tapi kan yah masa daku pake sikat giginya aja? Tentu saja daku juga beli Sensodyne Tooth Paste Gentle Whitening buat digunakan sehari-hari. Bahkan kadang daku sikat gigi di toilet kantor. Ini sih karena daku nyontoh temen-temen kantor dari Jepang yang pada rajin sikat gigi setiap abis makan, haha. Nah Sensodyne Tooth Paste Gentle Whitening ini memberikan perlindungan dari rasa ngilu pada gigi sensitif sekaligus mengembalikan warna putih alami pada gigi. Apalagi daku kan suka minum minuman berwarna termasuk teh atau kopi, jadi penting banget nih pake yang ada pemutihnya.

Nah setelah daku pake Sensodyne, sekarang buat makan dan minum apa aja jadi nyaman dan gak khawatir lagi. Apalagi cara kerja Sensodyne sangat cepat dimana daku merasa nyaman menggosok gigi, karena ternyata Sensodyne bekerja masuk ke dalam lapisan gigi. Menenangkan saraf dan membantu mengurangi rasa ngilu karena gigi sensitif. Jadinya, gigi dan kesehatan mulut terjaga, plus daku jadi lebih percaya diri. Apalagi tugas daku sebagai Public Relations ngewajibin untuk ketemu orang banyak.

Nah buat kamu yang punya pengalaman yang sama seperti daku? Ayo dong ikutan #ceritasensodyne contest! Ceritakan pengalaman dengan gigi sensitif kamu dan dapatkan grand prize berupa 2 iPhone 7 Plus & hadiah mingguan berupa jam tangan eksklusif!

Kamu juga bisa ngedapetin Sensodyne gratis, lho! Caranya langsung aja menuju link ini ya: http://www.clozette.co.id/ceritasensodyne(*)

GrabHitch, Solusi Untuk Kamu Yang Sibuk

comments 2
aku dan jakarta

Setiap bertemu dengan orang baru biasanya akan ada pertanyaan aku tinggal di mana. Ketika aku jawab seputar Taman Mini, langsung pada shock, haha. Jauh, ya? Begitu kata mereka. Well, kalau buat daku yang udah tiap hari pulang pergi ke kantor naik kendaraan sendiri memang rasanya capek banget, sih. Kalau lagi beruntung bisa sampai kantor/rumah dalam 1 jam saja, tapi kalau Jakarta lagi seru, bisa-bisa perlu waktu 2-3 jam perjalanan. Kalau dipikir-pikir dengan jangka waktu segitu udah sampai Bandung dan bisa mampir ke rest area beli tahu gejrot, hiks.

Karena itu kadang kalau daku lagi malas bawa kendaraan sendiri, daku nebeng sama tetangga yang tinggal searah. Tapi masalahnya, terkadang aku perlu berangkat lebih pagi, atau sebaliknya. Namanya nebeng jadi pasti pasrah kan, ya. Masa nebeng tapi daku yang nentuin jamnya, bisa-bisa diturunin di tengah jalan, haha. Makanya dari dulu kadang daku mikir, seandainya ada aplikasi yang memudahkan hidup aku untuk bisa nebeng pulang pergi kantor pasti bakalan menyenangkan!

Untungnya, daku sempet tuh liat beberapa baliho di seputar Mega Kuningan tentang GrabHitch. Karena aku dasarnya emang kepo, mulailah ya cari tahu tentang GrabHitch ini. Ternyata GrabHitch ini samalah kayak nebeng. Istilah kerennya layanan ride-sharing dengan harga yang terjangkau. GrabHitch sendiri sudah beroperasi di beberapa negara. Kalau di Singapore GrabHitch lebih fokus untuk kendaraan roda empat, di Indonesia fokusnya pada kendaraan roda dua alias motor karena memang motor lebih bisa diandalkan untuk transportasi yang lebih cepat. Buat aku sih, GrabHitch nawarin alternative transportasi yang lebih murah dan nyaman. Sekaligus daku gak nambah-nambahin asap knalpot di perjalanan, haha.

Nah yang bikin aku demen, mesennya mudah banget karena kita bookingnya langsung dari aplikasi Grab. Cukup dengan nentuin titik lokasi jemput dan antar, lalu nentuin jadwal perjalanan dari 30 menit sampai 7 hari sebelumnya, kemudian server Grab akan meneruskan permintaan kita ke Teman Tebengan yang melakukan rute perjalanan yang sama. Terus, kita sebagai Teman Tebengan akan terima tuh pemberi tahuan melalui SMS juga dari aplikasi Grab. Btw udah pada punya aplikasi Grab belum? Jitak ya kalau belum punya! Haha.

Aku sendiri udah punya pengalaman beberapa kali pake GrabHitch. Mulai dari rumah ke kantor sampai kantor ke mall. Yang aku suka dari GrabHitch ini karena Teman Tebengan itu pekerja kantoran, professional, sampai mahasiswa yang ngasih tebengan ke Teman Tebengan yang searah. Karena aku dari Mega Kuningan yang udah pasti daerah perkantoran, beberapa kali dapat tebengan dari orang kantoran, jadinya lumayan bisa nambah networking, guys! Terus, mereka gak pake seragam Grab, tapi pakai baju kantor mereka sendiri, jadi stylenya pasti juga beda. Sama lah kayak kita-kita, haha.

Terus biasanya kalau temen perempuan terkadang lebih nyaman dengan Teman Tebengan yang berjenis kelamin sama. Nah, dengan GrabHitch ini pun kamu bisa pilih tuh jenis kelamin Teman Tebengan-nya. Menyenangkan, kan? Makanya guys, kalau kamu biasa nebeng kayak aku, coba deh GrabHitch. Plus buat yang jomlo, siapa tahu dapat jodoh, haha. (*)

Makin Gaya Dengan Acer Swift 7 Yang Berani Beda!

comments 4
dunia kerja / gadget

Suatu hari teman kantor saya tiba-tiba bertanya,

Bawain lo kayaknya berat banget sih, Dim?

Well, saya merupakan salah satu orang yang memegang prinsip, daripada ketinggalan, lebih baik di bawa saja semuanya, haha. Jadi setiap hari bisa dipastikan di dalam tas saya ada laptop, aneka charger, power bank, buku yang belum tentu saya baca, agenda, alat tulis, external hard disc, sampai parfum! Kebayang kan betapa ribetnya barang bawaan saya, apalagi ditambah laptop yang pasti menyumbang beban paling berat. Terkadang kalau saya sedikit kerepotan, charger dan beberapa benda saya tinggal saja di kantor atau di mobil tetapi laptop pasti akan selalu saya bawa ke mana saja karena menjadi kebutuhan utama.

Serunya lagi di kantor tempat saya bekerja, kami menganut sistem agile, dimana ketika bekerja harus dan bisa berpindah-pindah tempat, serta tergantung dari squad atau team yang saya ikuti. Kebayang kan kalau sehari meeting dengan beberapa team berbeda, saya harus menggotong laptop ke mana-mana. Apalagi kalau sampai harus ke beberapa lantai berbeda juga dengan jam meeting yang berdekatan. Jadi sering kepikiran ingin mengganti laptop yang jauh lebih ringan. Walau saya sendiri agak khawatir sih, semakin tipis laptop biasanya akan semakin turun spec-nya, yang artinya kurang mumpuni buat kebutuhan saya yang harus memeriksa dokumen yang perlu layar resolusi tinggi, tahan banting, dan masih banyak kebutuhan lainnya. Padahal bagi saya, laptop itu penting dalam membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan tentunya juga harus bisa membuat kita semakin percaya diri.

Mencari laptop yang bisa mengakomodir kebutuhan saya dalam urusan performa dan gaya ternyata tidak mudah, sampai saya melihat salah satu review artikel yang membahas laptop paling ringan di dunia. Wah, laptop apaan, nih? Kebetulan banget ternyata laptop ini diluncurkan oleh Acer, brand kepercayaan saya sejak jaman kuliah dulu. Ya, sekitar belasan tahun yang lalu lah ketika saya masih kuliah, haha. Kebayang saja laptop Acer milik saya dulu telah membantu saya untuk mengerjakan dua skripsi dan satu thesis! Belum lagi dengan tugas-tugas kuliah saya yang seabrek. Laptop Acer gak pernah rewel sekali pun!

Apalagi pada jaman itu, saya harus rajin berpindah kampus karena menempuh kuliah di dua universitas berbeda dalam periode bersamaan, otomotis menggotong laptop kesana-kemari sudah menjadi kegiatan sehari-hari. Ketidakrewelan Acer membantu banget, selain baterainya tahan lama, merasa aman karena layanan purna jual mumpuni (maklum anak kos, jadi penting, haha), plus kayaknya dulu laptop ini sering banget kepentok lantai kampus atau kos tapi baik-baik saja.

Karena itu pilihan saya mencoba Acer Swift yang menjadi notebook pertama di dunia dengan ketipisan kurang dari 1 sentimeter menjadi sangat tepat! Lihat aja nih, dibanding buku saya masih lebih tipis!

Selain itu salah satu keunggulan Swift 7 adalah desainnya yang dibalut dalam kerangka full metal plus layar 13,3 inci full HD IPS dilindungi dengan Corning Gorilla Glass 5 yang melindungi layar dari kerusakan. Siapa yang gak mau, coba?

Pasti pertanyaan selanjutnya urusan suara gimana, Dim? Kalau untuk yang satu ini Acer menyematkan Dolby Audio Premium yang diperkuat dengan Acer True Harmony sehingga kualitas audio menjadi jernih dan jelas. Ini nih yang menjadi pembeda dengan laptop tipis lain yang ada di pasaran. Selain itu ada masih ada beberapa tambahan fitur premium lainya, guys! Seperti Solid State Drives (SSD), USB 3.1 port Type-C, sampai scanner sidik jari.

Tampilan luar Acer Swift 7 sendiri dirancang dengan kesan macho karena bodinya yang berbalut metal berwarna hitam matte di bagian luar dan berwarna emas di bagian dalam untuk menegaskan kesan mewah. Intinya, gak bakal malu-maluin untuk dibawa bertemu rekan kerja atau client. Udah enteng, gagah, performanya keren banget! Kalau urusan baterai juga jangan khawatir, kalau penggunaan normal, kita bisa pakai sampai 9 jam.

O iya, pasti penasaran kan berapa lebar layarnya dan OK gak tampilannya? Jangan khawatir, setelah saya baca-baca info lengkapnya di sini ternyata laptop ini memiliki layar 13,3 inci berteknologi Full HD IPS yang menjadikan Swift 7 memiliki layar paling tajam dan warna lebih akurat di kelasnya, serta memberikan sudut pandang lebih lebar hingga 170 derajat. Makanya selain untuk kerja, saya nyaman banget nonton film via Hooq di layar laptop, haha.

Makanya, bagi saya Acer Swift 7 ini pas banget buat saya yang mobilitas tinggi dan membuat saya semakin percaya diri dengan desainnya yang gagah. Mulai sekarang laptop tidak lagi membebani tas saya dan membuat saya bangga memilikinya. (*)

Perjalanan Kita Bukan Untuk Menemukan Cinta, Tapi Lebih Dari Itu

Leave a comment
aku dan jakarta

Terkadang hidup kita bisa menjadi begitu sepi dan berharap bisa bertemu dengan seseorang yang bisa membuat hati terasa lebih hangat. Seseorang yang bisa memberikan pelukan yang menjadi semangat menjalani hari. Dan seseorang yang bisa membuat kita jatuh cinta berkali-kali. Tetapi adakala cinta sendiri adalah kosa kata yang asing. Terlalu sering mendengarnya tetapi kita tak pernah mengerti.

Mungkin perjalanan yang kita jalani bukanlah untuk menemukan cinta, tetapi tentang hal lain. Satu, atau dua hal yang lebih besar dari itu. Satu, atau dua hal yang akan mengubah dunia kita.

Perjalanan untuk menemukan keinginan besar yang ingin dikejar, perjalanan untuk menjalani kehidupan yang sudah diimpikan selama ini, perjalanan untuk menemukan tempat memulai hidup yang baru, atau perjalanan untuk bertemu orang-orang seru yang memberikan inspirasi agar menjadi diri sendiri yang lebih baik.

Mungkin perjalanan kita bukanlah untuk menemukan cinta, tetapi untuk memahami diri sendiri. Menciptakan sosok yang berbeda dan meninggalkan semua masa lalu yang telah menjadi beban di pundak. Seperti melepaskan balon-balon kenangan satu demi satu ke angkasa.

Suatu saat, kita akan melihat kebelakang dan menyadari, banyak hal baik yang menunggu di depan dan membuat kita bertanya-tanya, kenapa begitu banyak kesempatan yang telah kita lewatkan demi mengejar satu hal yang mungkin memang bukan perjalanan untuk kita. Bukanlah cinta, tapi lebih dari itu. Satu, atau dua hal yang menjadi prioritas tapi kita tak pernah tetap hati untuk memilihnya. (*)

Photo by Melvin Salim.

Kita Tidak Selalu Bertemu Dengan Orang Yang Tepat (Dan Itu Tak Apa)

Leave a comment
aku dan jakarta

Seorang teman sedang gundah hatinya. Pasangan sempurna yang ia nanti selama ini rasanya tak kunjung tiba. Sesungguhnya ia bertemu dengan beberapa individu yang menarik hati, tapi… It just does not feel right. Lalu ia bertanya kepada Ibunya mengapa ia memilih Ayah untuk menghabiskan sisa hidup bersamanya. Ibu menjawab dengan bijak,

Jangan pernah mencari pasangan yang sempurna, tapi carilah sosok yang kamu bisa terima kesalahan-kesalahannya. Kita pasti bertemu dengan banyak orang yang bisa menjadi pilihan, tetapi semua pasti memiliki kekurangan atau kesalahan yang pernah/akan dilakukannya. Sekarang kamu hanya perlu berpikir dalam, pilih sosok yang paling bisa kamu terima untuk menerima kesalahan-kesalahannya dan bersedia memahaminya selama di sisa hidup kamu. Apakah kamu sanggup?

Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan rasanya kita semua paham mengenal hal ini. Tetapi ketika kita memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan satu sosok dalam hidup kita dan memberikan ruang yang cukup luas di hati untuk ia bisa menghiasi dengan beribu cerita, rasanya tidak pernah akan semudah itu.

Bagaimana kalau tiba-tiba di tengah perjalanan kita menemukan kekurangan yang membuat kita tak nyaman? Bagaimana kalau ternyata kita menemukan yang lebih baik daripadanya? Dan barisan pertanyaan bagaimana lainnya yang terus bermunculan.

Tapi pernahkah kita merenung, bagaimana kalau kesalahan yang dimiliki pasangan kita tak lebih baik dari kekurangan kita? Bagaimana kalau kesalahannya karena apa yang telah kita perbuat? Atau bagaimana kalau ia menerima kekurangan kita sebagai tanda cinta yang tak kasat mata? Kasih sayang sendiri tidaklah sempurna. Ia tidak berjalan sendiri, tetapi seperti gengaman tangan yang perlu jari-jemari untuk membuatnya penuh.

Kita tidak bisa selalu bertemu dengan sosok yang sempurna seperti yang kita inginkan. Tetapi kita bisa mencari pasangan yang membuat kita terasa lengkap. Bukanlah menjadikan kesalahan terasa ganjil, tetapi menciptakan dua perasaan menjadi terasa genap.

Jadi, tidak selamanya kita bisa bertemu dengan orang yang tepat dan sungguh, itu tak apa. Sudahkah kamu menemukan sosok yang bisa kamu terima kesalahan-kesalahannya? (*)

Memilih Untuk Bahagia

comment 1
aku dan jakarta

Pernahkah kamu berambisi untuk mendapatkan sesuatu atau mengejar satu tujuan, lalu ketika kamu telah mencapainya ternyata kamu tersadar hal itu bukanlah tujuan akhir yang kamu cari? Saya pernah dan tidak hanya sekali. Terkadang apa yang kita harapkan dan bahkan sudah kita persiapkan dari jauh hari, ternyata tidak berbanding lurus dengan harapan dan tujuan hidup yang tiba-tiba berubah karena dalam perjalan hidup akan selalu menemui kejutan baru. Perpisahan, pertemuan, kebahagiaan, kesedihan, kematian, dan seluruh kejutan-kejutan kecil atau pun besar dalam hidup.

Seorang sahabat baru saja mengatakan kepada saya,

Ingat gak Dim dulu kita berjuang keras dan ambisius melakukan banyak hal? Sekarang aku merasa sampai titik dimana aku tak lagi berambisi mendapatkan gaji lebih tinggi, posisi karir lebih di atas, atau hal-hal lain yang seakan-akan aku harus menunjukkan kepada semua orang kalau aku… berhasil. Berhasil untuk siapa? Sekarang yang paling penting aku harus merasa nyaman dengan apa yang aku kerjakan, apa yang aku pikirkan, dan menjadi bahagia sebagai diri aku sendiri.

Saya mengangguk-angguk setuju sambil menyesap secangkir kopi latte. Saya sendiri berpikir, hidup bukanlah hanya sekedar mengejar ambisi atau passion. Tidak semua orang memiliki endurance yang sama untuk bisa gagal berkali-kali sampai berhasil. Memilih satu hal yang bisa membuat kita bangun tidur dengan bahagia setiap hari, tidak merasa tertekan ketika mengingat besok sudah kembali hari Senin, atau percaya bahwa kita melakukan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi orang lain, rasanya sudah lebih dari cukup. Karena bagi saya tidak semua orang terlahir di dunia ini untuk menjadi pemeran utama dalam hidup. Tepuk tangan pasti akan terhenti, lampu sorot akan kembali meredup, dan tirai akan menutup.

Walau ratusan pertanyaan masih tetap beterbangan di atas kepala. Apakah tidak apa menjadi bukan siapa-siapa? Apakah salah menjadi serba biasa? Dan apakah artinya saya mengalah dan kalah? Tetapi teman saya pernah berkata,

Pilihlah bahagia karena menjadi bahagia adalah satu hal yang bisa kita pilih.

Lalu saya pun memilih untuk bahagia. Walau perjalanan hidup akan selalu ada kejutan. Bukankah itu esensi menjalani hidup? Jadi, sudahkah kamu memilih bahagia? (*)

Note: Photo by Ivan Loviano.

Saldo Kesalahan di Tahun Baru

Leave a comment
aku dan jakarta

Tahun baru biasanya diiringi resolusi baru. Saya sendiri biasanya rajin menulis resolusi yang saya harapkan untuk setahun ke depan. Bahkan saya dengan sahabat-sahabat saya biasanya sebelum pergantian tahun menuliskan masing-masing resolusi kami di secarik kertas, lalu semuanya tanda tangan sebagai tanda kewajiban bagi kami untuk merealiasikannya. Lalu apa yang terjadi, Dim?

Sejujurnya, dari semua resolusi yang saya pikirkan dengan sepenuh hati itu, tak satu pun yang terwujud, haha. Begitu banyak alasan dibaliknya, mulai dari rasa malas, bingung memulainya, terputus di tengah jalan, atau menyadari, hidup tak lagi sekedar ambisi.

Di akhir tahun kemarin saya bertemu dengan salah satu sahabat saya dari jaman awal kuliah. Kami melewati hari-hari bersama di kampus, di tempat kerja part-time, sampai di warung-warung pinggir jalan di kota Jogja. Sekarang dia menjadi salah satu direktur di perusahaan global dan sudah sekian tahun menetap di Amerika. Di antara cerita tentang masa muda kami, terseliplah satu cerita mengenai karir. Ia mengatakan,

Jadi Dim, di dalam karir itu – dan mungkin bisa diterapkan juga dalam hidup – kita selalu punya satu saldo untuk melakukan kesalahan. Kesalahan dalam memilih karir, kesalahan dalam mengambil keputusan dalam hidup, dan kesalahan-kesalahan lainnya. Tapi ingat, bukan berarti mindset kita ketika memilih sesuatu karena masih punya saldo kesalahan, kita tetap harus memilih dengan percaya diri. Kalau gagal, cukup sekali dan saldo kita sudah habis. Lalu, do it better in the future.

Aku pun berpikir. Tampaknya di tahun 2016 ini begitu banyak saldo kesalahan yang aku keluarkan. Seperti kartu AS yang bertumpuk dilepaskan dari genggaman tangan. Sebagian besar karena keputusan yang berdasarkan emosi atau emotional decision. Well, karena tidak selamanya semakin dewasa kita menjadi lebih wise untuk hal tertentu. Tapi tentu saja semua ini menjadi pelajaran demi pelajaran seperti menggambar di kertas karton putih polos. Bisa jadi, gambar ini akhirnya menjadi satu lukisan yang menarik untuk disimak atau hanya akan menjadi tumpukan gulungan karton di pojok kamar.

Tahun 2017 akan menjadi tahun yang menarik bagi saya, karena saya punya beberapa rencana yang ingin saya realisasikan. Tapi kali ini stock saldo saya sepertinya sudah habis, jadi harus berhati-hati ketika memilih atau pun mengambil keputusan. Terkadang, mendengarkan nasihat dari orang-orang terbaik di sekeliling kita juga penting, karena tanpa kita sadari keputusan yang kita ambil akan berpengaruh kepada mereka. Misalkan saja, ketika kamu salah memilih jurusan di kampus atau karir, dan ketika kamu mengeluh setiap harinya, kamu hanya akan menjadi dementor di lingkunganmu. Apakah mereka pantas untuk mendengar keresahan kita setiap hari? Walau tentu saja mereka akan selalu membuka diri dan siap dengan tepukan di punggung ketika kita merasa lelah.

Jadi, saya hanya ingin menyampaikan, selamat tahun baru 2017 dan mari gunakan saldo kesalahan kita sebaik mungkin! Jadi, saldo dalam hal apa yang sudah kamu gunakan di tahun 2016? (*)

Note: Foto ilustrasi oleh Nico Wijaya.

Berbagi Senyum di Bulan Ramadan

comments 6
mencintai hidup

Gak berasa banget ya sudah memasuki di pertengahan bulan Ramadan. Bagi saya, bulan ini banyak hal baru yang harus dijalani, mulai dari kantor baru, suasana baru, teman baru, dan yang paling signifikan adalah jam bangun tidur juga baru, haha. Di antara kesibukan saya beradaptasi dengan dunia kerja, saya pribadi selalu berusaha untuk punya life balance dalam keseharian. Caranya bagaimana, Dim? Mulai dari meluangkan waktu untuk bisa ngobrol dengan sahabat, membaca buku di waktu senggang, sampai mengikuti komunitas sosial yang berkecimpung di dunia pendidikan untuk anak. Rasanya selalu menyenangkan ketika kita bisa berkontribusi dan berbagi untuk sesama.

Maka dari itu, saya seneng banget ketika dapat undangan dari LISTERINE untuk hadir di acara peluncuran kampanye program #BerbagiSenyum pada hari Kamis (9/6) lalu. Di kampanye ini LISTERINE bekerjasama dengan Smile Train dan Indomaret memberikan pelayanan operasi bibir sumbing secara gratis bagi anak-anak yang membutuhkan, sehingga bisa memberikan senyuman baru untuk mereka. Peluncuran kampanye ini juga dihadiri brand ambassador dari LISTERINE yakni pasangan suami istri, Andien dan Irfan Wahyudi atau lebih yang dikenal dengan panggilan Ippe *kek kenal aja Dim*.

Mendengar ada kampanye seperti ini dan diajak bergabung di dalamnya, merinding sendiri. Kami punya komitmen untuk memperbanyak kegiatan sosial, apapun yang bisa dilakukan ya akan kami lakukan. Program ini sejalan dengan apa yang kami mau. Dan menurut kami, senyum itu bisa membangkitkan seseorang yang sedang down.

Begitu ungkap Andien dan Ippe, yang jujur aja mereka menjadi inspirasi saya untuk turut berkontribusi dalam kegiatan ini. Kok bisa ya pasangan ini sempurna sekali. Udah baik hati, suka menolong, berbakat, dan mereka berdua saling melengkapi *meratapi nasib kejomloan*.

Pada kesempatan yang sama nih, Mbak SH Kumaladewi dari LISTERINE juga menyampaikan salah satu komitmen LISTERINE adalah berkontribusi secara aktif dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia. Hal ini ditunjukkan tidak hanya melalui keampuhan produk LISTERINE, namun juga melalui kampanye sosial #BerbagiSenyum ini. Saya pribadi sangat mendukung inisiatif dari kampanye keren ini, apalagi saya merasa komitmen ini dijalankan bersama dengan lembaga yang tepercaya seperti Smile Train dan Indomaret. Seneng banget kan melihat gerakan sosial yang didukung oleh banyak pihak, artinya kesempatan untuk membantu sesama semakin besar.

Nah, kalau ngobrolin tentang keampuhan produk dari LISTERINE sendiri, pada saat yang bersamaan saya dan tamu undangan lainnya juga diperkenalkan dengan produk LISTERINE terbaru yaitu LISTERINE Zero. Daku pun sempat mencobanya selepas berbuka puasa dan rasanya memang lebih lembut tapi jangan khawatir guys, karena produk ini tetap bisa membunuh 99,9% kuman di dalam mulut, sehingga mulut tetap bersih & nafas tetap segar selama 12 jam. Jadi lumayan banget selama bulan Ramadan, nafas kita akan selalu terjaga kesegarannya dan bisa tetep pede ngobrol dengan siapa aja.

O iya, kembali cerita tentang kampanye #BerbagiSenyum, kita semua bisa ikutan kampanye ini, lho! Caranya gampang banget, cukup dengan mengunggah foto senyum terlebar kamu dengan menggunakan tagar #BerbagiSenyum dan jangan lupa mention @ListerineID di media sosial (Instragram dan Twitter). Beneran kan mudah banget! Awalnya saya sempat berfikir kenapa mudah banget sih mekanismenya? Ternyata pesan yang ingin disampaikan melalui kampanye ini adalah bahwa membantu orang lain bisa sesederhana berbagi senyuman dan hasilnya dapat mengubah hidup anak-anak dengan meningkatkan rasa kepercayaan diri mereka. *peluk yang bikin kampanye*

Saya dan sahabat saya, Hanny @beradadisini sedang berbagi senyum!

Mumpung nih di bulan yang penuh kebaikan, apalagi saya percaya bahwa senyum adalah bagian dari ibadah yang dapat mendorong lebih banyak perbuatan baik, mari kita bersama-sama ningkatin kesadaran masyarakat sehingga semakin banyak orang yang mau dan turut berpartisipasi membantu anak-anak yang memerlukan operasi bibir sumbing.

Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana kamu dapat mendukung kampanye ini, silakan kunjungi http://bit.ly/SenyumDimasBlog. Yuk, mari tunjukan senyum kita dan unggah foto kamu sebanyak mungkin! (*)

Personal Assistant Baruku Yang Super Canggih

comments 5
gadget

Hello, been crazy for last three months! Pekerjaan kantor, kegiatan di luar kantor, sampai urusan jalan-jalan semua campur aduk jadi satu, haha. Banyak yang ingin saya ceritakan tetapi tampaknya harus disimpan baik-baik dulu di dalam notebook saya supaya tidak tercecer lalu lupa. Saya bisa dibilang orang yang rada old fashion. Walau pun bekerja di digital agency, saya lebih senang mencatat semua daftar meeting sampai belanjaan di dalam notebook saya. Iya, notebook, haha. Jadi semua saya tulis tangan sebagai tanda pengingat.

Biasanya semua berjalan dengan baik sampai minggu lalu dimana saya harus juggling dengan pekerjaan kantor yang sedang banyak-banyaknya dan persiapan keberangkatan saya untuk menjadi relawan bareng Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau ke Pulau Kelapa di gugusan Kepulauan Seribu. Waktu itu saya harus berangkat di hari Minggu (10/4) pagi banget dan perlengkapan harus sudah selesai semua di hari Sabtu-nya. Perlengkapannya sebenarnya printilan tapi banyak sekali! Kami harus menyiapkan untuk bahan ajar di kelas, kegiatan di masyarakat, dan inisiatif lainnya. Seperti biasa sudah dicatat di notebook saya, tetapi karena keterbatasan waktu rasanya tidak akan selesai kalau saya membeli sendiri.

Salah satu kegiatan kami yang menyenangkan adalah membuat origami dengan berbagai bentuk, well, saya bisa lho bikin origami berbentuk ikan paus, haha. Siang hari di hari Sabtu (09/04) saya harus mencetak bahan materi ajar saya di salah satu percetakan di kawasan Benhil yang tentunya tak bisa saya tinggal karena harus memeriksa kualitasnya. Padahal saat yang sama saya harus membeli bahan origami. Antara bingung mau minta tolong teman satu kelompok tapi pasti mereka juga lagi sibuk, akhirnya saya ingat kemarin melihat di timeline Twitter ada yang sukses pake jasa asisten pribadi via SMS yaitu YesBoss. Walaupun saya pernah register tetapi saya belum pernah mencobanya, lalu saya pun mencoba mengirim pesan SMS untuk dibelikan kartu origami.

Wah cepat! Rasanya hati menjadi lebih tenang. Saya pun menunggu cetakan kartu pos yang menjadi bahan ajar saya untuk di kelas keesokan hari selesai. Tetapi saya diingatkan oleh teman saya bahwa harus punya back up bahan ajar untuk jaga-jaga yang saya bawa kurang atau pun rusak di perjalanan karena kami harus naik kapal selama 4 jam lebih dengan barang bawaannya yang cukup banyak. Hm, bener juga, ya. Aha! Saya ingat waktu itu ada buku anak-anak yang saya suka dan ingin beli tapi waktu itu saya berpikir belum perlu. Saya masih ingat sih judulnya. Coba ah pesan di YesBoss.

Wah! Lagi-lagi Tasha menolong hidup saya, haha. Jadi gak perlu repot-repot keliling Jakarta demi mendapatkan bahan-bahan ajar yang diperlukan dan bisa nebeng dibayarin orang rumah dulu *dikeplak*. Buat saya, fasilitas asisten pribadi via SMS ini penting banget buat kita semua yang sibuk dan memiliki waktu terbatas untuk melakukan banyak hal, mulai dari pesan makanan, pesan barang, booking ticket, pengingat meeting, dan masih banyak lagi. Intinya sih segala hal yang time consuming. Buat saya, service dari YesBoss ini super menyenangkan, karena bebas service charge alias gratis, kita hanya membayar apa yang kita pesan. Selain itu, transaksi bisa dilakukan dengan COD (Cash on Delivery) atau transfer, bisa juga dengan Credit Card yang bekerjasama dengan Veritrans. Banyak pilihan dan benar-benar memudahkan hidup setiap hari!

Tapi nih, rasanya kok gak adil kalau hanya saya yang bisa menikmati layanan seru yang bisa digunakan di seluruh Indonesia ini! Kamu juga boleh banget, lho, haha. Plus kamu tak perlu antre untuk mencoba seperti yang lain, karena saya punya kode khusus buat kamu yaitu “BOSSDIMAS” yang bisa kamu gunakan dengan ketik SMS ke 085574670033 dengan tarif normal operator. Nah kalau via website kamu harus antre lho, ciamik kan kodenya? O iya, layanan YesBoss ini buka dari Senin sampai Minggu pukul 7 pagi sampai jam 11 malam. Penasaran? Yuk coba pesankan saya bakpao, yah! :D (*)

Ini Dia Harapanku di Tahun Baru

comments 5
gadget / lifestyle & fashion

Happy New Year! Apa resolusi kamu di tahun 2016? Bagi saya sendiri, resolusinya tidak muluk-muluk kok, hanya ingin lebih banyak meluangkan waktu untuk membaca, lebih banyak menulis, dan tentunya lebih banyak berbagi! Beruntung banget kita hidup di era digital kayak sekarang karena semua resolusi saya (harusnya) akan lebih mudah untuk dicapai. Saya bisa lebih banyak membaca dengan mengunduh e-book, lebih banyak menulis melalui blog, serta banyak berbagi informasi melalui berbagai akun social media yang saya miliki. Hal ini tentunya susah banget dilakukan pada masa 5 sampai 10 tahun yang lalu. Apalagi sekarang Indonesia termasuk peringkat 10 besar urutan teraktif dalam penggunaan berbagai akun social media mulai dari Facebook sampai YouTube. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kita sangat mengapresiasi kehadiran teknologi digital di kehidupan keseharian kita.

Perubahan lebih baik untuk dunia digital tentu saja tidak akan berjalan semustinya apabila tanpa didukung oleh seluruh pemangku kepentingan seperti pemerintah, operator seluler, swasta, dan masih banyak lagi. Saya sendiri sangat terkesan dengan komitmen Indosat Ooredoo yang ingin membawa perubahan lebih baik untuk dunia digital di Indonesia dengan menghadirkan #4GPlus4All. Selain itu mereka juga sempat menjalankan program #IndosatDigitalNation yang dapat dilihat di http://goo.gl/yjGDWp.

Bagi saya sendiri yang demen update social media di mana saja, memiliki jaringan 4G yang reliable di gadget tentu penting banget, bahkan kadang lebih penting dari mandi, haha. Makanya dengan #4Gplus4All yang kencang dari Indosat Ooredoo bener-bener sangat membantu, apalagi bagi kita yang lagi suka eksplor informasi dan teknologi terbaru di internet. Bayangin aja kalau kesempatan ini dimiliki oleh teman-teman kita semua di seluruh penjuru Indonesia, pasti akan membantu mereka untuk lebih eksis dan menjelajahi passion mereka dengan positif. Beruntung saat ini, sudah 21 kota besar Indonesia yang merasakan kecepatan jaringan #4Gplus4All ini dan akan segera hadir di 14 kota lainnya. Wuih!

Perbedaan Jaringan 4Gplus dengan 3G

Nah, sebenarnya pasti banyak yang masih bingung sih apa bedanya jaringan 4Gplus dengan 3G. Intinya sih internet bakal jadi lebih cepat. Tapi kayaknya semua juga udah tau sih ya kalau ini, haha. Nah yang lebih penting lagi adalah latency juga lebih rendah dan lebih stabil dengan kapasitas yang jauh lebih besar! Buat saya sendiri sih berasa banget perbedaannya dimana kalau pas nonton YouTube jadi jauh lebih lancar, upload foto jauh lebih cepat, sampai streaming lagu juga jauh lebih nyaman. Makanya kalau semuanya jadi lebih lancar dan mudah, tentunya sangat mendukung kita untuk lebih efektif berkreasi serta berkontribusi positif untuk banyak hal diluar sana. Untuk lengkap perbandingannya kamu bisa lihat di bawah ini deh:

Saya sendiri percaya, dengan kesempatan yang makin luas untuk akses internet yang cepat, nantinya akan mengakselerasi perkembangan teknologi di Indonesia, mempertipis batasan untuk bisa berkomunikasi dengan teman-teman dari seluruh penjuru dunia, serta semakin memperbanyak peluang untuk belajar berbagai hal positif di dunia maya. Karena itu saya sangat mendukung gerakan #IndonesiaDigitalNation yang diusung oleh @IndosatOoredoo. Semoga saja komitmen mereka tidak hanya berhenti dengan menyediakan jaringan yang mumpuni, tetapi juga berkontribusi dalam memberikan edukasi dalam memaksimalkan teknologi digital di Indonesia. Setuju? Nah, kalau kamu sendiri, apa harapan kamu untuk dunia digital di negera tercinta ini? (*)